Raffles Singapore, Long Bar, dan Singapore Sling: pintu masuk, jam antrean terpendek, dan afternoon tea
| Pintu masuk | Long Bar menempati unit #02-01 di Raffles Arcade dan pintunya ada di 328 North Bridge Road, bukan di pintu utama hotel di 1 Beach Road. |
|---|---|
| Pemesanan | Bar ini hanya menerima tamu yang datang langsung, dan pemesanan dibuka hanya untuk rombongan 10 sampai 20 orang. |
| Jam paling lengang | Halaman resmi hotel menyebut 11.00 sampai 11.30 sebagai waktu dengan antrean paling pendek. |
| Umur ruangannya | Ruangan yang diantre orang sekarang berdiri di arcade sejak 1991, bukan sejak minumannya dibuat pada 1915. |
| Afternoon tea | The Grand Lobby menyajikannya setiap hari mulai 12.30 dengan satu giliran duduk 90 menit dan jaminan kartu kredit. |
| Harga | Halaman resmi tidak memuat harga satu gelas Singapore Sling maupun harga afternoon tea per orang. |
1. Hotelnya di Beach Road, barnya tidak
2. Naik ke lantai 2, dan papan yang perlu dicari
3. Bar ini tidak menerima pemesanan, dan itu bukan kebijakan setengah-setengah
4. Tiga jendela waktu yang ditulis hotel sendiri
5. Kulit kacang memang disapu ke lantai
6. Warna merah muda pada 1915 adalah penyamaran
7. Ruangan yang diantre orang baru berdiri sejak 1991
8. Gin seratus tahun dan alat yang mengocok 18 gelas sekaligus
9. 27 Juni, 100 nanas, dan gelas tanpa alkohol
10. Afternoon tea di The Grand Lobby, dan 90 menit yang benar-benar dihitung
11. Satu menu yang hanya ada sepekan pada Oktober
12. Empat gerai di gedung utama
13. Sisi arcade, tempat harga benar-benar tercetak
14. Aturan berpakaian, dan satu ruangan yang lebih longgar
15. Apa yang dilakukan ++ pada tagihan
16. Setengah hari di sini tanpa menginap

1. Hotelnya di Beach Road, barnya tidak
Raffles SingaporePeta berdiri di 1 Beach Road. Bangunannya putih, di tengah jalur masuknya ada porte-cochère beratap, dan di depannya ada halaman rumput bundar yang dikelilingi jalan mobil. Orang yang berangkat mencari Singapore Sling hampir selalu berhenti di sini lebih dulu, karena inilah muka bangunan yang muncul di hampir semua foto.
Long BarPeta tidak ada di dalam gedung itu.
Bar tersebut menempati Raffles Arcade, bangunan terpisah yang menempel di sisi belakang hotel dan punya nomor rumah sendiri, yaitu 328 North Bridge Road, 188719. Halaman resmi Long Bar menuliskan alamat itu lengkap dengan catatan bahwa pintunya ada di sisi North Bridge Road. Jarak jalan kaki antara dua pintu tersebut memang pendek, tetapi cukup untuk membuat orang memutari satu blok penuh sambil bertanya kepada petugas yang salah.
Apa yang ada di balik masing-masing pintu
Pembagiannya rapi dan tidak tumpang tindih. Semua gerai bersuasana meja makan ada di gedung utama, sementara arcade menampung bar, tempat duduk terbuka, dan butik hotel.
The Grand Lobby, Writers Bar, Tiffin Room, 1887 by André, dan 藝 yì by Jereme Leung. Semuanya dimasuki lewat pintu utama hotel.
Long Bar di #02-01, Butcher’s Block di #02-02, Raffles Courtyard, dan butik hotel yang menghadap Seah Street. Semuanya dimasuki lewat pintu North Bridge Road.
Satu hal kecil ikut memperkeruh urusan ini. Halaman Long Bar memuat dua alamat sekaligus: yang tercetak untuk dibaca orang adalah 328 North Bridge Road, sedangkan alamat yang terbaca mesin masih 1 Beach Road. Kalau aplikasi peta mengarahkan ke Beach Road, yang dipakai untuk berjalan kaki tetap alamat yang tercetak.
Secara letak, kompleks ini berada di tepi kawasan pemerintahan lama, bertetangga dengan gedung-gedung batu dan lapangan kriket. Panduan per kawasan Singapura menaruhnya di kelompok yang sama dengan museum dan balai kota, dan panduan perjalanan menyeluruh memakai titik ini sebagai salah satu simpul jalan kaki di pusat kota.

2. Naik ke lantai 2, dan papan yang perlu dicari
Dari sisi North Bridge Road, yang pertama terlihat adalah deretan etalase dan sebuah koridor panjang dengan lampu gantung berjajar sepanjang langit-langit. Itu Raffles ArcadePeta. Long Bar tidak ada di lantai dasar, jadi tidak ada gunanya menyusuri toko di bawah sampai habis.
Masuk lewat pintu arcade di North Bridge Road, bukan lewat pintu hotel di Beach Road.
Di dalam koridor, cari eskalator atau lift. Keduanya tersedia dan keduanya berakhir di tempat yang sama.
Naik ke lantai 2. Halaman resmi Butcher’s BlockPeta menulis rutenya persis begitu, yaitu eskalator atau lift menuju lantai 2.
Long Bar menempati unit #02-01. Butcher’s Block bersebelahan di #02-02, dan keduanya berbagi satu pelataran lantai atas.
Tanda bahwa pintunya sudah benar
Di dalam koridor tergantung papan menyiku dengan tulisan LONG BAR THIS WAY, dan beberapa pilar dipasangi panel bergambar Singapore Sling. Begitu papan itu terlihat, arah yang diambil sudah tepat. Kalau yang terlihat justru meja resepsionis hotel dan pramutamu berseragam, berarti tadi masuk dari Beach Road dan perlu keluar lagi.
Tangga arcade memang ada, tetapi lift membuat rute ini bisa dilalui kursi roda dan kereta bayi tanpa satu anak tangga pun. Jalur lift dari North Bridge Road karena itu lebih ringan dipakai daripada memutar lewat gedung utama, dan catatan tentang jalan-jalan bersama orang tua memuat beberapa pertimbangan lain yang berlaku di sini juga.
Yang datang dengan kereta bawah tanah sebaiknya memilih pintu keluar yang mengarah ke North Bridge Road sejak di peron, supaya tidak menyeberang dua kali di persimpangan yang lebar. Cara memakai MRT dan berpindah di dalam kota menjelaskan penomoran pintu keluar yang dipakai stasiun-stasiun pusat.
Perlu diingat bahwa dua gedung ini tidak dihubungkan lorong dalam yang terbuka untuk umum. Berpindah dari afternoon tea di gedung utama ke Long Bar berarti keluar, berjalan memutar, lalu masuk lagi lewat pintu yang berbeda.

3. Bar ini tidak menerima pemesanan, dan itu bukan kebijakan setengah-setengah
Kalimat resminya pendek: Long Bar hanya menerima tamu yang datang langsung. Tidak ada formulir daring, tidak ada nomor telepon untuk mengunci meja, tidak ada daftar tunggu yang bisa diisi dari jauh. Siapa pun yang sampai di lantai 2 berdiri di barisan yang sama.
Pengecualiannya hanya satu dan ukurannya besar. Rombongan 10 sampai 20 orang boleh mengajukan pemesanan. Di bawah 10 orang jawabannya selalu sama, termasuk untuk pasangan, keluarga kecil, dan tamu yang sedang menginap di suite hotel.
Satu jalan memutar yang diakui hotel
Jalur tersebut tidak selalu tersedia, karena Butcher’s Block tidak buka setiap hari. Makan siangnya hanya ada dari Rabu sampai Sabtu dan makan malamnya dari Selasa sampai Sabtu, jadi pada Minggu dan Senin cara ini tertutup sama sekali.
Untuk yang datang berdua, batas 10 orang itu tidak pernah menjadi soal, karena aturannya sama bagi semua kelompok kecil. Yang perlu disiapkan hanya jam kedatangan. Rencana Singapura untuk berdua menaruh kunjungan ini pada siang hari dan memindahkan bagian malamnya ke tempat lain.
Yang berjalan sendirian menghadapi aturan yang persis sama. Perlakuan khusus untuk tamu tunggal tidak dituliskan hotel, sehingga yang berlaku tetap jam kedatangan dan panjang barisan pada saat itu. Panduan jalan sendirian di Singapura memakai cara berpikir yang sama untuk beberapa tempat lain yang padat.
Menelepon hotel tidak mengubah apa pun. Nomor (65) 6412 1816 dipakai untuk memesan afternoon tea dan meja restoran, sedangkan Long Bar tetap berjalan dengan antrean di depan pintu.
4. Tiga jendela waktu yang ditulis hotel sendiri
Halaman Long Bar mencetak sendiri jam-jam ketika antreannya paling pendek, lengkap dengan label untuk masing-masing. Tempat seramai ini biasanya membiarkan tamunya menebak sendiri. Keterangan yang datang dari hotel karena itu layak dipercaya lebih daripada tebakan orang di internet.
| Label yang dipakai hotel | Jam | Berlaku | Alasannya |
|---|---|---|---|
| Antrean paling pendek | 11.00 sampai 11.30 | setiap hari | pintu baru dibuka dan ruangan masih kosong |
| Di luar jam puncak | 14.00 sampai 15.30 | setiap hari | tamu makan siang sudah pergi, rombongan sore belum datang |
| Larut malam | setelah 21.00 | hari kerja saja | tamu yang datang untuk satu gelas sudah pulang |
Jendela pertama bekerja karena alasan yang paling sederhana. Orang yang sudah berdiri di depan pintu pada 11.00 hampir selalu langsung duduk, dan hanya pada jam itu ruangan bisa dilihat dalam keadaan benar-benar kosong.
Jendela kedua sifatnya berbeda. Antara 14.00 dan 15.30 ruangan tetap terisi, tetapi barisannya bergerak, sehingga yang dijanjikan hanya waktu tunggu yang pendek.
Jendela ketiga dibatasi hotel pada hari kerja saja, jadi Jumat dan Sabtu tidak masuk hitungan. Siapa pun yang menyusun malam akhir pekan di sekitar bar ini sebaiknya memilih salah satu dari dua jendela sebelumnya.
Jam buka bergeser satu jam pada akhir pekan
| Hari | Buka | Duduk terakhir |
|---|---|---|
| Minggu sampai Rabu | 11.00 | 22.30 |
| Kamis sampai Sabtu | 11.00 | 23.30 |
Selisihnya satu jam, dan yang bergeser adalah batas duduk terakhir. Rencana malam pada Rabu karena itu tidak bisa disalin mentah-mentah ke Kamis, meskipun kedua hari itu terdengar sama-sama hari kerja.
Satu hal yang tidak diumumkan hotel adalah panjang antrean pada hari libur nasional. Yang bisa dipegang hanya pola jamnya, jadi pada tanggal merah lebih aman mengambil jendela pembukaan daripada jendela sore.
5. Kulit kacang memang disapu ke lantai
Di setiap meja Long Bar ada karung goni kecil berisi kacang tanah bercangkang. Kacangnya boleh diminta lagi kalau habis, dan cangkangnya tidak dikumpulkan ke dalam mangkuk. Tamu mengupas, memakan isinya, lalu menyapu kulitnya dari permukaan meja ke lantai.
Anjuran itu datang dari hotel sendiri. Halaman resmi Long Bar menulis bahwa tempat ini mungkin satu-satunya titik di Singapura di mana membuang sampah justru dianjurkan.
Kalimat tersebut punya arti khusus di kota ini. Singapura dikenal ketat terhadap sampah di ruang publik, dan aturannya berlaku sampai ke hal-hal kecil seperti puntung rokok dan tisu. Satu ruangan yang membalik aturan itu karena itu terasa seperti kekecualian yang disengaja, dan memang begitulah hotel menuliskannya.
Bagaimana ruangannya terlihat
Long Bar bertingkat dua di dalam, dengan tangga yang menghubungkan kedua lantai. Kipas anyaman besar tergantung dari balok kayu di langit-langit. Kursi rotan mengelilingi meja bundar kecil, dan lantainya ubin bermotif yang warnanya gelap.
Dekorasinya mengambil dari kehidupan Malaya pada 1920-an, jadi bahan yang dipakai banyak berupa kayu, rotan, dan anyaman. Karena kulit kacang terus berjatuhan, lantai di bawah meja jarang terlihat bersih, dan memang tidak diniatkan begitu.
Kebiasaan makan sambil menjatuhkan sisa ke lantai tidak umum di Singapura, termasuk di tempat makan paling santai. Di hawker centre, nampan dan sisa makanan dikembalikan sendiri oleh tamu ke rak pengumpulan.

6. Warna merah muda pada 1915 adalah penyamaran
Singapore Sling dibuat pada 1915 oleh Ngiam Tong Boon, pramutama bar di Raffles yang menurut halaman resmi hotel berasal dari Hainan. Namanya masih dicantumkan hotel sampai sekarang sebagai pembuat tunggal, bukan sebagai salah satu dari beberapa nama.
Warnanya dipilih karena alasan sosial. Pada masa itu perempuan tidak dianggap pantas minum alkohol di tempat umum, sehingga minuman ini dibuat merah muda supaya terlihat seperti jus buah ketika dipegang. Yang diselesaikan minuman ini pada 1915 adalah masalah kesopanan.
Dasarnya gin, dan itu tidak pernah berubah. Yang berubah adalah asal ginnya. Sekarang yang dipakai adalah Singapura Gin dari Brass Lion, penyulingan yang berdiri di Singapura, jadi bagian paling keras dari gelas itu tidak lagi diimpor.
Yang tetap dan yang berpindah
Nanas dan ceri masih dipasang di bibir gelas, dan gelasnya tinggi serta bercetak timbul. Bentuk sajian ini yang membuat satu gelas mudah dikenali dari kejauhan, bahkan di ruangan yang penuh.
Yang berpindah adalah hal-hal yang tidak terlihat tamu: merek gin, takaran, dan cara mencampur. Resep 1915 ditata ulang setiap kali barnya dipugar, dan hotel mencatat penataan itu sebagai bagian dari pembukaan kembali.
Nama minuman ini juga sudah lama lepas dari hotelnya. Kata sling dipakai di banyak tempat lain di kota ini dengan takaran dan warna yang berbeda-beda, dan bahasa yang dipakai sehari-hari di Singapura punya beberapa contoh lain tentang bagaimana satu kata setempat berpindah tangan.

7. Ruangan yang diantre orang baru berdiri sejak 1991
Kalimat yang paling sering diulang tentang Long Bar adalah bahwa bar ini berada di tempat yang sama sejak minumannya dibuat. Halaman resmi hotel tidak mendukung kalimat itu, dan yang lebih menarik, dua halaman resmi hotel bahkan tidak sepakat satu sama lain.
Halaman Long Bar menulis bahwa barnya bermula pada awal 1900-an di Cad’s Alley. Di sana ia disebut sebagai tempat berkumpul para pekebun, dengan meja-meja yang menghadap Bras Basah Road.
Kronologi resmi hotel menulis awal yang lain. Menurut daftar itu, Long Bar dimulai pada 1960-an sebagai konter di dalam Raffles Ballroom, jadi bukan sebagai ruangan tersendiri.
Kedua versi berakhir di titik yang sama. Hotel tutup pada Maret 1989 untuk pemugaran besar pertamanya, dan pada masa itulah arcade baru dibangun menempel di sisi North Bridge Road. Saat hotel dibuka lagi pada 16 September 1991, Long Bar mendapat tempat barunya di dalam arcade, dan Raffles CourtyardPeta ikut dibuka bersamaan.
Kesimpulannya sederhana. Ruangan yang diantre orang hari ini jauh lebih muda daripada minuman yang disajikannya.
Enam tahun yang benar-benar mengubah tempat ini
| Tahun | Yang terjadi |
|---|---|
| 1887 | Hotel dibuka pada 1 Desember oleh keluarga Sarkies asal Armenia, dengan 10 kamar |
| 1915 | Singapore Sling dibuat |
| 1987 | Bangunannya ditetapkan sebagai Monumen Nasional |
| 1989 | Hotel tutup pada bulan Maret, dan arcade dibangun di sisi North Bridge Road |
| 1991 | Dibuka lagi pada 16 September, Long Bar pindah ke arcade |
| 2019 | Dibuka lagi pada bulan Agustus setelah pemugaran terakhir |
Masa perang meninggalkan jejak yang tidak terlihat dari luar. Pada 1941 nama hotel diganti menjadi Syonan Ryokan, dan setahun kemudian kereta daging perak milik hotel dikubur di Palm Court supaya tidak dijarah. Benda itu digali lagi setelah perang dan kembali dipakai. Situs perang di Singapura menghubungkan potongan cerita seperti ini dengan tempat-tempat lain di kota yang sama.
Status Monumen Nasional melekat sejak 1987, sedangkan gedung utamanya selesai dibangun pada 1899 dengan gaya neo-renaisans. Bagaimana status itu memengaruhi pemugaran tidak dijelaskan hotel, tetapi urutan peristiwanya tercatat jelas: ruang tambahan yang muncul pada 1989 dipasang di sisi belakang, jauh dari muka bangunan. National Gallery Singapore adalah contoh lain bangunan lama di kota ini yang dipakai ulang.
8. Gin seratus tahun dan alat yang mengocok 18 gelas sekaligus
Tahun 2015 adalah tahun keseratus Singapore Sling. Untuk menandainya hotel bekerja sama dengan Sipsmith dan membuat Raffles 1915 Gin, sehingga peringatannya berbentuk botol, bukan pesta satu malam.
Tiga tahun berikutnya Long Bar selesai dipugar dan buka kembali. Bersamaan dengan pembukaan itu, resep dan cara membuat Sling ditata ulang dari awal, termasuk urutan mencampur dan ukuran takarannya.
Bagian yang paling tidak biasa justru alatnya. Jason Crawley, pramutama bar asal Australia, membuat alat pengocok besi cor yang digerakkan dengan tangan khusus untuk bar ini. Sekali diputar, alat itu mengocok 18 gelas sekaligus.
Apa yang tertulis dan apa yang tidak
Alasan di balik angka 18 tidak dituliskan hotel di mana pun. Yang dicatat hanya bahwa alat itu dibuat khusus untuk Long Bar, bahannya besi cor, dan cara kerjanya manual.
Nama pembuatnya dicatat lengkap, dan itu jarang dilakukan untuk perkakas bar. Jason Crawley disebut beserta asal negaranya, sejajar dengan cara hotel menyebut Ngiam Tong Boon untuk resepnya.
Dari sisi pengunjung, yang bisa dipastikan hanya bahwa Sling di sini tidak dikocok satu per satu. Berapa cepat pesanan keluar pada jam ramai tidak pernah disebut hotel, jadi angka 18 sebaiknya dibaca sebagai keterangan alat, bukan sebagai janji waktu tunggu.
9. 27 Juni, 100 nanas, dan gelas tanpa alkohol
Setiap 27 Juni hotel menandai Singapore Sling Day. Tanggalnya bukan pilihan acak, karena bertepatan dengan Hari Nanas Internasional, dan nanas adalah bahan yang selalu ada di dalam gelas ini serta di bibirnya.
Perayaannya punya satu aturan yang mudah diikuti dan agak ganjil. 100 orang pertama yang datang sambil membawa sebuah nanas utuh mendapat Singapore Sling. Syaratnya benar-benar buah, bukan gambar atau kaus bermotif nanas.
Jam mulai untuk hitungan 100 orang tersebut tidak dituliskan hotel, dan tidak ada pula keterangan apakah antrean pada hari itu berbeda dari hari biasa. Yang tercatat hanya batas jumlahnya dan syarat membawa buah utuh, sehingga sisanya perlu ditanyakan langsung ke bar pada tanggal tersebut.
Untuk yang tidak minum alkohol
Long Bar menjual Singapore Sling Zero. Isinya Tanqueray 0.0%, grenadine buatan Raffles sendiri, jus nanas, jus limau, dan campuran rempah.
Gelas dan hiasannya tidak dibedakan, jadi satu meja bisa memesan campuran keduanya tanpa ada yang terlihat berbeda dari seberang ruangan. Bahan yang dipakai pun sebagian besar sama, dan yang diganti hanya bagian ginnya.
Batas usia hanya disebut hotel untuk dua gerai. Writers BarPeta di gedung utama menerima tamu berusia 18 tahun ke atas, dan 1887 by AndréPeta menerima tamu berusia 12 tahun ke atas. Halaman gerai lain tidak memuat keterangan usia, jadi yang membawa anak sebaiknya bertanya lebih dulu. Pilihan tempat pada malam hari di Singapura memisahkan tempat yang punya batas usia dari yang tidak.
10. Afternoon tea di The Grand Lobby, dan 90 menit yang benar-benar dihitung
The Grand LobbyPeta ada di gedung utama, jadi ini satu-satunya bagian tulisan ini yang memakai pintu di Beach Road. Afternoon tea disajikan setiap hari mulai 12.30, dan giliran duduk terakhir masih bisa diambil sampai sore.
Yang membedakannya dari kebanyakan tempat lain adalah batas waktunya. Satu giliran duduk dibatasi 90 menit, dan batas itu disebut hotel sebagai aturan, bukan sebagai anjuran. Meja dilepas ke tamu berikutnya setelah waktu itu habis.
| Hal | Aturannya |
|---|---|
| Hari dan jam | Setiap hari, 12.30 sampai 17.30 |
| Lama satu giliran | 90 menit, dihitung ketat |
| Cara memesan | Lewat sistem pemesanan daring hotel, atau telepon (65) 6412 1816 |
| Jaminan | Kartu kredit wajib dimasukkan saat memesan |
| Jumlah orang | Maksimal 6 orang untuk satu pemesanan |
| Tenggat pembatalan | 24 jam sebelumnya |
| Tenggat khusus | 7 hari pada pekan balap dan pada 24, 25, 31 Desember serta 1 Januari |
| Batal terlambat atau tidak datang | S$108 per orang, atau harga penuh set yang dipesan |
| Hari libur tetap | Tidak ada |
Jaminan kartu kredit membuat pemesanan di sini berbeda sifatnya dari pemesanan restoran biasa. Kartu tidak ditagih saat memesan, tetapi nomornya dipegang sampai kunjungan selesai.
Angka S$108 perlu dibaca dengan hati-hati, karena ini bukan harga menu. Jumlah tersebut dikenakan hanya kalau pembatalan lewat tenggat atau tamu tidak muncul sama sekali.
Isi sajiannya berupa dudukan perak tiga tingkat dengan roti lapis potong kecil, scone, dan kue-kue mungil. Tehnya memakai daun JING dari kebun tunggal, dan susunannya dirancang ahli teh hotel, bukan dipilih tamu dari daftar panjang.
Kapan tempat ini paling masuk akal
Karena letaknya di dalam gedung dan waktunya sudah dipatok, afternoon tea di sini adalah salah satu isian yang paling aman untuk hari yang basah. Rencana hari hujan di Singapura menyusun beberapa titik yang bisa disambung tanpa keluar terlalu lama, dan titik ini masuk ke dalamnya.
Harga per orangnya tidak dimuat di mana pun, termasuk di mesin pemesanan hotel. Yang tercantum hanya keterangan bahwa harga dihitung per orang serta bahwa biaya layanan 10% dan pajak barang dan jasa dikenakan terpisah.

11. Satu menu yang hanya ada sepekan pada Oktober
Di luar sajian hariannya, The Grand Lobby menjual satu menu yang muncul sekali setahun. Namanya Champagne Afternoon Tea: Race Week, dan masa jualnya dari 7 sampai 14 Oktober.
Delapan hari itu bertepatan dengan pekan balap mobil di jalanan kota. Sirkuitnya melingkari kawasan Marina Bay, dan penutupan serta pengalihan jalan pada pekan itu mencakup sebagian pusat kota.
Pada masa yang sama, tenggat pembatalan afternoon tea berubah. Yang biasanya 24 jam menjadi 7 hari, jadi rencana yang belum pasti sebaiknya tidak dikunci lebih dulu pada pekan itu.
Yang berubah di sekitarnya
Keramaian pada pekan itu tidak dibahas hotel di halaman mana pun, baik di halaman Long Bar maupun di halaman afternoon tea. Menurut catatan resmi, yang berubah hanya dua hal, yaitu menunya dan tenggat pembatalannya.
Tenggat 7 hari yang sama juga dipasang hotel pada 24, 25, 31 Desember serta 1 Januari. Pekan balap dengan begitu masuk ke kelompok tanggal yang diperlakukan berbeda, dan bukan satu-satunya.
Siapa pun yang datang khusus untuk balapan biasanya sudah menyusun harinya di sekitar jadwal sesi, bukan di sekitar makan. Catatan tentang Grand Prix Singapura menjelaskan bagian mana dari kota yang tertutup dan kapan.
Untuk yang datang pada pekan itu tanpa tiket balapan, sisi baiknya tetap ada. Malam hari di tepi teluk berubah sifat sepenuhnya selama sepekan, dan Marina Bay pada malam hari memuat titik-titik yang bisa didatangi tanpa membeli tiket masuk sirkuit.
12. Empat gerai di gedung utama
Selain The Grand Lobby, gedung utama menampung empat gerai lain. Keempatnya dimasuki lewat pintu hotel di Beach Road, dan keempatnya menyediakan pemesanan, berbeda dengan Long Bar di seberang.
Tiffin Room dan Writers Bar
Tiffin RoomPeta menyajikan masakan India Utara dan buka dua kali sehari, yaitu 12.00 sampai 13.30 untuk makan siang dan 18.30 sampai 21.00 untuk makan malam. Namanya diambil dari kari tiffin yang sudah dihidangkan hotel sejak 1910, dan ruangannya sendiri lebih tua lagi karena mulanya berdiri di Commercial Square sebelum pindah ke gedung hotel.
Writers Bar buka sore sampai malam, dari 17.00 dengan pesanan terakhir pukul 23.30 pada Minggu sampai Kamis, dan pukul 24.00 pada Jumat dan Sabtu. Tempat ini hanya menerima tamu berusia 18 tahun ke atas.
Writers Bar menjalankan aperitivo hour pada Selasa sampai Kamis, pukul 19.00 sampai 21.00. Jamnya jatuh setelah jam makan malam dimulai, dan itu satu-satunya keterangan yang dimuat hotel tentang acara tersebut.
Satu restoran dengan dua bintang
1887 by André berada di lantai lobi gedung utama dan buka hanya dari Selasa sampai Sabtu, dengan makan siang 11.30 sampai 13.30 dan makan malam 18.00 sampai 20.30. Minggu dan Senin tutup penuh, jadi rencana akhir pekan panjang perlu memeriksa hari lebih dulu. Tamu yang diterima di sini berusia 12 tahun ke atas.
Restoran ini mendapat dua bintang MICHELIN, dan itu diraih dalam waktu kurang dari satu tahun sejak pintunya dibuka. Tidak ada gerai lain di kompleks ini yang berbintang, jadi bintang tersebut tidak berlaku untuk Long Bar maupun untuk afternoon tea. Daftar restoran berbintang di Singapura menempatkannya di antara restoran hotel lain yang jumlahnya tidak banyak.
藝 yì by Jereme Leung melengkapi barisan ini dengan masakan dari berbagai daerah di Tiongkok. Jamnya mengikuti pola yang sama, yaitu 11.30 sampai 13.30 dan 18.00 sampai 20.30, tetapi buka setiap hari. Ruang makan pribadi tersedia di sini dan di Butcher’s Block, sementara Chairman’s Room bisa dipakai untuk menikmati afternoon tea maupun menu Tiffin Room.
Satu catatan kecil yang membingungkan pembaca halaman resmi: daftar pertanyaan umum hotel menyebut 7 gerai, bukan 8, karena The Grand Lobby tidak dimasukkan ke dalam daftar itu. Jumlah sebenarnya tetap 8.
13. Sisi arcade, tempat harga benar-benar tercetak
Di lantai dan pelataran arcade, harga dipasang terbuka. Halaman Raffles Courtyard dan Butcher’s Block memuat angkanya, sedangkan menu minuman Long Bar di lantai yang sama tidak memuat satu pun.
Raffles Courtyard adalah tempat duduk terbuka yang buka setiap hari dari 12.00 sampai 22.30, dengan jam makan siang 12.00 sampai 14.00 dan jam makan malam 18.00 sampai 21.00. Tempat ini tetap buka pada hari libur nasional, dan hanya di sini hewan peliharaan diterima.
| Yang tercetak harganya | Harga | Kapan berlaku |
|---|---|---|
| Set makan siang Raffles Courtyard | S$30++ | satu hidangan utama pilihan, ditambah minuman atau es krim buatan sendiri |
| Segelas anggur pada Wine Wednesday | S$12++ | Rabu, dan setiap pemesanan sebotol mendapat satu botol lagi tanpa biaya |
| Business lunch tiga hidangan di Butcher’s Block | S$78++ | Rabu sampai Jumat |
| Menu cicip enam hidangan, makan siang | S$178++ | mengikuti hari makan siang Butcher’s Block |
| Menu cicip tujuh hidangan, makan malam | S$238++ | mengikuti hari makan malam Butcher’s Block |
Pilihan hidangan utama pada set S$30++ ada tiga, yaitu laksa goreng kering, bebek confit dengan kari merah, dan dada ayam panggang. Susunan itu membuat harganya masuk akal untuk makan siang di kompleks hotel, dan ini satu-satunya angka di seluruh kompleks yang bisa dipakai sebagai patokan.
Dua acara mingguan menempel di tempat yang sama. Grill Night berjalan setiap Selasa pukul 17.00 sampai 21.00 dengan panggangan langsung berisi tiram bakar, tusuk udang tiger, sate, dan otak-otak Muar. Happy hour berjalan Senin sampai Jumat pukul 17.00 sampai 20.00.
Butcher’s Block tidak buka setiap hari
Restoran di #02-02 ini dipimpin koki Jordan Keao dan jadwalnya paling berlubang di antara semua gerai. Makan siang hanya ada Rabu sampai Sabtu, sedangkan makan malam Selasa sampai Sabtu. Minggu dan Senin tutup penuh, dan Selasa tutup untuk makan siang saja.
Karena jalur bantuan menuju Long Bar berjalan lewat restoran ini, jadwal di atas sekaligus menentukan kapan jalur tersebut bisa dipakai. Pada dua hari terakhir pekan yang tutup itu, satu-satunya cara masuk Long Bar adalah berdiri di antrean.
Delapan gerai, disusun menurut pintu yang dipakai
| Gerai | Gedung | Hari dan jam | Pemesanan |
|---|---|---|---|
| Long Bar | Arcade, #02-01 | Minggu sampai Rabu 11.00 sampai 22.30; Kamis sampai Sabtu 11.00 sampai 23.30 | Tidak, kecuali rombongan 10 sampai 20 orang |
| Butcher’s Block | Arcade, #02-02 | Makan siang Rabu sampai Sabtu 12.00 sampai 14.00; makan malam Selasa sampai Sabtu 18.00 sampai 21.30 | Pemesanan tersedia |
| Raffles Courtyard | Arcade | Setiap hari 12.00 sampai 22.30 | Pemesanan tersedia |
| The Grand Lobby | Gedung utama | Sarapan Senin sampai Jumat 07.00 sampai 10.30; afternoon tea setiap hari 12.30 sampai 17.30 | Lewat sistem pemesanan, dengan jaminan kartu kredit |
| Tiffin Room | Gedung utama | Setiap hari 12.00 sampai 13.30 dan 18.30 sampai 21.00 | Pemesanan tersedia |
| Writers Bar | Gedung utama | Minggu sampai Kamis 17.00 sampai 23.30; Jumat dan Sabtu 17.00 sampai 24.00 | Pemesanan tersedia, usia 18 tahun ke atas |
| 1887 by André | Gedung utama, lantai lobi | Selasa sampai Sabtu 11.30 sampai 13.30 dan 18.00 sampai 20.30 | Dianjurkan, tamu tanpa pemesanan diterima bila ada tempat, usia 12 tahun ke atas |
| 藝 yì by Jereme Leung | Gedung utama | Setiap hari 11.30 sampai 13.30 dan 18.00 sampai 20.30 | Pemesanan tersedia |
Dibandingkan harga makan di luar kompleks, angka-angka di atas tentu berada di kelompok atas. Yang membuatnya bisa dipakai adalah set makan siang S$30++, karena itu satu-satunya pintu masuk dengan angka pasti. Perhitungan biaya perjalanan di Singapura menaruhnya sebagai pengeluaran satu kali, bukan sebagai pola makan harian, dan semangkuk bak kut teh di kota yang sama berada di ujung skala yang berbeda sama sekali.
14. Aturan berpakaian, dan satu ruangan yang lebih longgar
Semua gerai di gedung utama memakai satu istilah yang sama, yaitu casual chic. Istilah itu terdengar kabur, tetapi hotel menjabarkannya cukup rinci sehingga tidak perlu ditebak.
Untuk pria, yang diminta adalah kemeja berkerah, celana panjang, dan alas kaki yang pantas. Celana pendek rapi diterima, tetapi hanya pada jam makan siang. Untuk perempuan, yang disebut adalah terusan, rok, atau celana panjang dengan alas kaki yang pantas.
| Tempat | Yang diminta | Yang ditolak |
|---|---|---|
| Long Bar | Smart casual | Aturan paling longgar di seluruh kompleks |
| The Grand Lobby | Casual chic | Slip-on, sandal jepit, bakiak karet, dan sandal |
| Tiffin Room | Casual chic | Slip-on dan sandal jepit |
| Gerai gedung utama lainnya | Casual chic | Celana pendek di luar jam makan siang |
Long Bar berdiri satu tingkat lebih longgar daripada semuanya, karena yang dipakai di sana adalah smart casual. Alasannya ditulis hotel sendiri, yaitu supaya tamu bisa berpindah dengan nyaman ke bagian mana pun dari kompleks ini tanpa berganti pakaian.
Bagaimana ini memengaruhi satu hari berjalan
Larangan sandal jepit adalah bagian yang paling mudah terlewat, karena alas kaki itu justru yang paling masuk akal untuk cuaca Singapura. Siapa pun yang berencana mampir ke gedung utama pada sore hari perlu membawa alas kaki tertutup sejak pagi.
Yang menginap dekat sini punya keuntungan sederhana, yaitu bisa pulang dulu untuk berganti sebelum makan malam. Kawasan penginapan di sebelah timur laut kompleks ini punya pilihannya sendiri, dan pilihan menginap di sekitar Bugis dan Kampong Glam menyusunnya menurut jenis penginapan.
Untuk yang masih menimbang kawasan, jarak ke kompleks ini termasuk salah satu alasan orang memilih pusat kota daripada tepi barat. Perbandingan kawasan untuk menginap menyusun pilihan itu berdasarkan berapa lama waktu tempuh ke titik-titik seperti ini.
15. Apa yang dilakukan ++ pada tagihan
Dua tanda tambah di belakang angka bukan hiasan. Tanda itu berarti biaya layanan 10% ditambahkan lebih dulu ke harga menu, lalu pajak barang dan jasa dihitung di atas jumlah yang sudah bertambah tersebut.
Urutannya penting karena bertingkat. Dasar perhitungan pajak adalah harga menu yang sudah ditambah biaya layanan. Angka akhir di struk karena itu selalu lebih tinggi daripada perkiraan yang dibuat dengan menjumlahkan dua persentase secara terpisah.
Set makan siang S$30++ karena itu bukan S$30 di kasir. Angka yang tercetak adalah harga dasar, dan dua lapisan tambahan menempel di atasnya sebelum tagihan dicetak.
Di mana hotel memilih tidak memasang angka
Ada dua tempat yang sengaja kosong. Menu minuman Long Bar dibuka lewat tampilan terpisah yang tidak memuat angka sama sekali, jadi harga satu gelas Singapore Sling tidak pernah muncul di halaman resmi.
Yang kedua adalah afternoon tea. Bahkan di mesin pemesanan yang meminta jaminan kartu kredit pun, harga per orang tidak ditampilkan. Yang tertulis hanya keterangan bahwa harga dihitung per orang dan bahwa biaya layanan 10% serta pajak dikenakan terpisah.
Satu-satunya angka yang muncul di seputar afternoon tea adalah S$108, dan itu biaya untuk tamu yang membatalkan lewat tenggat atau tidak datang. Membacanya sebagai harga menu akan keliru, meskipun angkanya kebetulan berada di kisaran yang masuk akal untuk sajian semacam itu.
Cara membayarnya sendiri tidak merepotkan, karena kartu diterima di semua gerai dan pengembalian pajak untuk turis hanya berlaku pada barang, bukan pada makanan dan minuman. Uang, kartu, dan pengembalian GST di Singapura menjelaskan batas itu beserta apa yang perlu disiapkan di bandara.
16. Setengah hari di sini tanpa menginap
Kompleks ini bisa dipakai penuh tanpa memesan satu kamar pun. Kuncinya menyusun urutan mengikuti jam yang sudah dipatok hotel, bukan mengikuti keinginan sendiri.
Datang ke pintu arcade sebelum 11.00 dan naik ke lantai 2 memberi jendela paling lengang untuk Long Bar. Batas waktu duduk seperti yang dipakai untuk afternoon tea tidak dipasang di sini, jadi lamanya ditentukan sendiri oleh tamu.
Turun kembali ke Raffles Courtyard untuk set makan siang S$30++ menjaga semuanya tetap di satu gedung, dan jam makan siangnya memang berjalan 12.00 sampai 14.00. Yang lebih ingin duduk lama bisa mengganti langkah ini dengan afternoon tea di The Grand Lobby pada 14.00, yang berarti berjalan memutar ke pintu Beach Road dan selesai pada 15.30 karena batas 90 menit.
Hotelnya sendiri, untuk yang menimbang menginap
Raffles Singapore tidak punya kamar biasa. Semua unitnya suite, dengan 8 tipe yang berbeda, dan seorang Raffles Butler ditempatkan untuk setiap unit tanpa memandang tipe.
Kolam renangnya ada di lantai 3 dan buka setiap hari 07.00 sampai 19.00, sedangkan pusat kebugaran di lantai yang sama buka 24 jam. Raffles Spa menerima tamu dari luar, jadi bagian ini bisa dipakai tanpa menginap.
Bangunannya berstatus Monumen Nasional sejak 1987, dan hotel mempekerjakan sejarawan yang tinggal di dalam kompleks. Leslie Danker sudah bekerja di sini lebih dari 50 tahun, dan keterangan sejarah yang dipakai hotel sebagian berasal dari catatannya.
Menyambung kunjungan ke arah lain juga tidak sulit karena letaknya di tengah kota. Ke timur laut ada kawasan bersejarah dengan masjid dan deretan rumah toko, yaitu Kampong Glam. Ke arah barat daya ada Chinatown, yang susunan jalan dan jenis tokonya berbeda sama sekali.
Untuk menempatkan setengah hari ini ke dalam rencana yang lebih besar, urutannya paling gampang dipasang pada hari kedua, saat kaki sudah terbiasa berjalan tetapi tenaga belum habis. Rencana tiga hari di Singapura menyusun hari-harinya dengan cara itu.
🎡Wisata & Aktivitas52
🍜Kuliner6
🏨Penginapan10
🚇Transportasi4
🧭Tips Perjalanan20
Pertanyaan yang paling sering muncul
Long Bar ada di Raffles Arcade, unit #02-01, dan pintunya di 328 North Bridge Road. Gedung putih di 1 Beach Road yang biasa difoto orang adalah gedung utama hotel, dan di dalamnya tidak ada Long Bar. Dari sisi North Bridge Road, masuk ke koridor arcade lalu naik eskalator atau lift ke lantai 2.
Tidak, kecuali rombongan 10 sampai 20 orang. Halaman resminya menulis bahwa bar ini hanya menerima tamu yang datang langsung, dan aturan itu berlaku juga untuk tamu yang menginap. Satu jalan memutar yang diakui hotel adalah makan lebih dulu di Butcher’s Block, #02-02, karena tim restoran itu membantu tamunya mampir ke Long Bar setelah makan.
Antara 11.00 dan 11.30, tepat saat pintu dibuka. Hotel juga menandai 14.00 sampai 15.30 sebagai jam di luar puncak, dan setelah 21.00 pada hari kerja sebagai pilihan ketiga. Ketiga jam itu dicetak hotel sendiri di halaman Long Bar, bukan perkiraan pengunjung.
Duduk terakhir pukul 22.30 dari Minggu sampai Rabu, dan pukul 23.30 dari Kamis sampai Sabtu. Jam bukanya sama setiap hari, yaitu 11.00. Yang berubah hanya ujung malamnya, jadi rencana malam pada Rabu dan pada Kamis tidak bisa disamakan.
Hotel tidak memuat harganya di halaman resmi mana pun. Menu minuman Long Bar dibuka lewat tampilan terpisah yang tidak menampilkan angka, jadi tidak ada nilai resmi yang bisa dikutip. Angka yang beredar di luar tidak berasal dari hotel, dan biaya layanan serta pajak masih ditambahkan di atas harga menu.
Benar, dan anjurannya datang dari hotel. Halaman resmi Long Bar menulis bahwa tempat ini mungkin satu-satunya titik di Singapura di mana membuang sampah justru dianjurkan. Kacang bercangkang disediakan dalam karung goni kecil di meja, dan cangkangnya disapu dari meja ke lantai.
Tidak. Ruangan yang sekarang baru ada di arcade sejak 1991. Hotel tutup pada Maret 1989 untuk pemugaran pertama, dan arcade di sisi North Bridge Road dibangun pada masa itu. Ketika hotel dibuka kembali pada 16 September 1991, Long Bar mendapat tempat barunya di sana.
Lewat sistem pemesanan daring hotel, dengan kartu kredit sebagai jaminan. Satu pemesanan menampung maksimal 6 orang dan satu giliran duduk dibatasi 90 menit. Nomor telepon pemesanannya (65) 6412 1816.
Ada biaya S$108 per orang, atau harga penuh set yang dipesan. Biaya yang sama berlaku untuk pembatalan yang lewat dari tenggat 24 jam. Pada pekan balap dan pada 24, 25, 31 Desember serta 1 Januari, tenggatnya berubah menjadi 7 hari.
Angkanya tidak dimuat, bahkan di mesin pemesanan hotel. Yang tercantum hanya keterangan bahwa harga dihitung per orang dan bahwa biaya layanan 10% serta pajak barang dan jasa dikenakan terpisah. S$108 yang disebut hotel adalah biaya untuk tamu yang tidak datang, bukan harga menu.
Biaya layanan 10% ditambahkan lebih dulu, lalu pajak barang dan jasa dihitung di atas jumlah yang sudah bertambah itu. Karena urutannya bertingkat, angka akhir di struk selalu lebih tinggi daripada harga menu. Hanya sisi arcade yang memasang angka bertanda ini secara terbuka.
Casual chic untuk gerai di gedung utama, dan smart casual yang satu tingkat lebih longgar untuk Long Bar. Pria diminta memakai kemeja berkerah, celana panjang, dan alas kaki yang pantas, sementara celana pendek rapi hanya diterima pada jam makan siang. The Grand Lobby menolak slip-on, sandal jepit, bakiak karet, dan sandal, sedangkan Tiffin Room menolak slip-on dan sandal jepit.
Ada, namanya Singapore Sling Zero. Isinya Tanqueray 0.0%, grenadine buatan Raffles, jus nanas, jus limau, dan rempah. Bentuk gelas dan hiasannya sama, jadi satu meja bisa memesan campuran keduanya tanpa ada yang terlihat berbeda.
Hanya 1887 by André, dengan dua bintang. Restoran itu masuk MICHELIN Guide Singapore edisi terbaru dan mendapat dua bintang dalam waktu kurang dari satu tahun sejak dibuka. Tujuh gerai lain di kompleks ini tidak berbintang.
Hanya di Raffles Courtyard, di sisi arcade. Semua gerai lain, termasuk Long Bar yang berada di lantai atas gedung yang sama, tidak menerima hewan peliharaan. Courtyard juga tetap buka pada hari libur nasional.