Situs Perang Dunia II di Singapura: Jam Buka, Tutup Setiap Senin, Harga Tiket dan Cara ke Sana
| Daftarnya | Buku Badan Warisan Nasional menyebut lima puluh lokasi, tetapi banyak yang kini lahan militer, penjara aktif, atau hanya satu papan di tepi jalur taman |
|---|---|
| Hari Senin | Changi Chapel, Bukit Chandu, Former Ford Factory dan Battlebox sama-sama tutup pada hari Senin |
| Harga | Museum dalam ruang gratis bagi warga Singapura dan berbayar bagi wisatawan; National Museum yang paling mahal |
| Battlebox | Masuk dasarnya tanpa biaya, tetapi sekarang harus dipesan lebih dulu di halaman resmi |
| Fort Siloso | Benteng, ruang penyerahan dan Skywalk semuanya gratis, dengan tur berpemandu dua Sabtu setiap bulan |
| Jarak | Kranji ada di ujung utara dan Changi di ujung timur, jadi keduanya tidak muat dalam satu hari |
1. Lima puluh lokasi di daftar, jauh lebih sedikit yang bisa dimasuki
2. Empat dari lima museum dalam ruang tutup setiap Senin
3. Changi Chapel and Museum, di ujung timur
4. Johore Battery, tempat meriam dihancurkan sendiri
5. Former Ford Factory dan ruang tempat penyerahan ditandatangani
6. Battlebox: masuk gratis, tetapi harus dipesan
7. Reflections at Bukit Chandu dan Resimen Melayu
8. Fort Siloso dan ruang penyerahan, gratis di Sentosa
9. Skywalk, tur gratis dan jalan malam hari Jumat
10. Kranji War Cemetery dan dinding berisi nama
11. Labrador Nature Reserve dan sisa-sisa bateri meriamnya
12. Tugu-tugu di pusat kota, semuanya dalam jarak berjalan
13. Lokasi penyaringan Sook Ching dan papan-papan di kota
14. National Museum, tempat semuanya tersambung
15. Padang dan tangga City Hall lama
16. Japanese Cemetery Park di Serangoon
17. Bukit Batok, Pasir Panjang dan Alexandra Hospital
18. Changi Beach dan Punggol Beach, keduanya kini taman
19. Lokasi yang tidak bisa dimasuki, dan mengapa itu membantu
20. Berapa yang sebenarnya dibayar wisatawan
21. Mengelompokkan lokasi menjadi paruh-paruh hari
22. Pergi bersama anak, dan apa yang dibawa
23. Kapan sebaiknya pergi, dan apa yang terjadi pada 15 Februari

1. Lima puluh lokasi di daftar, jauh lebih sedikit yang bisa dimasuki
Dari lima puluh tempat pada jalur warisan itu, yang punya pameran berbayar adalah Changi Chapel and Museum, Reflections at Bukit Chandu, Former Ford Factory, Battlebox dan National Museum.
Cari sejarah perang Singapura dan yang pertama muncul adalah buku Badan Warisan Nasional. Isinya lima puluh lokasi, dikelompokkan menurut wilayah pulau, mencakup pantai pendaratan, lapangan terbang, punggung bukit tempat pertempuran terakhir, pantai-pantai tempat pembantaian terjadi, serta deretan gedung di kawasan sipil. Di atas kertas terlihat seperti kunjungan berminggu-minggu.
Di lapangan hasilnya lain. Sebagian besar daftar itu kini pangkalan udara, pelabuhan angkatan laut, atau penjara yang masih berjalan. Sebagian lainnya berupa papan penanda di tepi jalur taman yang memang layak dibaca tetapi selesai dalam lima menit. Memisahkan tempat yang membuat Anda berhenti lama dari tempat yang hanya dilewati itulah yang membuat perencanaan berjalan.
Daftarnya dipilah menurut apa yang bisa dilakukan
| Jenis | Lokasi | Yang dicek lebih dulu |
|---|---|---|
| Pameran dalam ruang berbayar | Changi Chapel and Museum, Reflections at Bukit Chandu, Former Ford Factory, Battlebox, National Museum | Hari tutup dan batas masuk terakhir |
| Gratis tetapi ada jam buka | Fort Siloso, Kranji War Cemetery, Japanese Cemetery Park | Datang selagi terang |
| Luar ruang dan selalu terbuka | Johore Battery, Civilian War Memorial, Esplanade Park, Labrador, Kent Ridge, Changi Beach | Cuaca dan tempat berteduh |
| Tertutup untuk umum | Tengah, Seletar, Sembawang, Penjara Changi, barak-barak Changi | Keluarkan dari rencana |
Kenapa yang tersisa begitu sedikit
Singapura kecil dan dibangun ulang dengan cepat. Kawasan perumahan kini berdiri di tempat pertempuran berlangsung, dan tanah yang dipakai militer tetap menjadi tanah militer. Ada satu alasan lagi mengapa wilayah barat laut tidak pernah masuk rencana perjalanan: pantai tempat pasukan mendarat berada di dalam area latihan tembak, jadi tidak ada yang bisa menyusurinya. Bagian cerita itu disampaikan lewat pameran di Kranji dan Bukit Chandu, bukan di tanah tempat kejadiannya.
Kalau ingin memperluas perjalanan di luar tema ini, hal yang bisa dilakukan di Singapura memilah sisa pulau menurut minat.
2. Empat dari lima museum dalam ruang tutup setiap Senin
Changi Chapel and Museum, Reflections at Bukit Chandu, Former Ford Factory dan Battlebox semuanya tutup pada hari Senin.
Hari dalam seminggu lebih menentukan di sini daripada di tempat lain di Singapura. Sebagian besar atraksi di pulau ini buka setiap hari, yang membuat orang terbiasa menyusun rencana tanpa memikirkannya, dan tema ini menghukum kebiasaan itu. Dua museum dikelola Badan Warisan Nasional, satu oleh Arsip Nasional dan satu lagi oleh operator budaya, dan keempatnya memakai Senin sebagai hari tutup.
Ada satu pengecualian. Changi Chapel and Museum dan Reflections at Bukit Chandu tetap buka bila hari libur nasional jatuh pada hari Senin. Singapura punya cukup banyak hari libur, jadi ada baiknya dicek daripada diandaikan.
Jam buka di seluruh lokasi
| Lokasi | Buka | Jam | Masuk terakhir |
|---|---|---|---|
| Changi Chapel and Museum | Selasa sampai Minggu, buka saat libur nasional | 09.30 sampai 17.30 | 17.00 |
| Reflections at Bukit Chandu | Selasa sampai Minggu, buka saat libur nasional | 09.30 sampai 17.00 | 16.30 |
| Former Ford Factory | Selasa sampai Minggu, tutup pada hari pertama Tahun Baru Imlek | 09.00 sampai 17.30 | 17.00 |
| Battlebox | Selasa sampai Minggu, termasuk libur nasional | 10.00 sampai 18.00 | 17.00 |
| National Museum of Singapore | Setiap hari | 10.00 sampai 19.00 | 18.30 |
| Fort Siloso | Setiap hari | 09.00 sampai 18.00, pameran mulai 10.00 | 17.30 |
| Japanese Cemetery Park | Setiap hari | 07.00 sampai 19.00 | Tidak ada |
| Kranji War Cemetery | Setiap hari | Sepanjang siang | Tidak ada |
Apa yang bisa dilakukan pada hari Senin
Kalau Senin satu-satunya hari yang tersedia, taruh Fort Siloso pada pagi hari dan tugu-tugu kota pada sore hari. Bentengnya buka setiap hari, tidak berbayar, dan sudah mengisi setengah hari sendiri. Kembalilah ke kota untuk Civilian War Memorial dan Esplanade Park, lalu tutup di National Museum yang juga buka setiap hari. Dengan begitu Anda tetap melihat satu pameran. Pilihan saat hujan ada di panduan hari hujan.
3. Changi Chapel and Museum, di ujung timur
Museum ini membangun kembali salah satu kapel yang didirikan para tawanan di dalam kamp. Kalau hanya sempat satu pameran, pilih yang ini.
Setelah pulau ini jatuh, Changi menjadi distrik tempat tawanan perang Sekutu dan warga sipil ditahan. Di dalam kamp, orang-orang mendirikan kapel, melukis mural di dinding, dan menerbitkan buletin secara diam-diam. Kapel yang berdiri di halaman museum sekarang adalah bangunan ulang; yang asli dikirim ke Australia setelah perang dan berdiri di sana sampai kini.
Yang membuat pamerannya berhasil adalah sudut pandangnya. Alih-alih mendaftar satuan dan tanggal operasi, pameran mengikuti apa yang dibuat orang-orang, bagaimana kabar masuk dan keluar, dan apa yang mereka pertahankan. Bisa diikuti tanpa persiapan bacaan, dan satu sampai satu setengah jam sudah cukup.
Cara ke sana dan biayanya
| Hal | Rincian |
|---|---|
| Alamat | 1000 Upper Changi Road NorthPeta |
| MRT | Upper Changi di Downtown Line, lalu bus 2 |
| Bus | Layanan 2 dan 29 berhenti di depan; layanan 5 menyisakan jalan kaki sepuluh menit |
| Wisatawan dewasa | 9 dolar Singapura |
| Lansia atau pelajar | 7 dolar Singapura |
| Tiket keluarga | 27 dolar Singapura untuk maksimal lima orang, paling banyak tiga dewasa |
| Anak | Enam tahun ke bawah gratis |
Ada tempat parkir tetapi kecil. Siang hari dihitung per jam dengan batas harian, dan dari sore sampai dini hari dikenakan tarif tetap sekali masuk. Kalau membawa mobil, angka batas harian itulah yang penting. Jam buka dan harganya ada di halaman resmi pengunjung.
Yang bisa digabung ke perjalanan yang sama
Johore Battery berjarak kurang dari sepuluh menit berkendara. Sedikit lebih jauh, Changi Beach Park menyimpan papan penanda pembantaian, dan dermaga di sebelahnya adalah titik keberangkatan perahu ke Pulau Ubin. Disusun seperti itu, setengah hari di timur nyaris tidak menyita waktu perjalanan.

4. Johore Battery, tempat meriam dihancurkan sendiri
Di sinilah pasukan bertahan merusak meriam mereka sendiri sebelum menyerah. Gratis, di luar ruang, dan terbuka kapan pun Anda datang.
Masuk ke Cosford RoadPeta dan Anda menemukan meriam berukuran sangat besar serta peluru yang lebih tinggi dari orang dewasa di sampingnya. Keduanya replika. Semula ada tiga meriam lima belas inci di sini, cukup besar sampai orang menyebutnya meriam raksasa.
Cerita yang biasa beredar mengatakan meriam Singapura menghadap ke laut dan tidak bisa menjawab serangan yang datang lewat darat. Versi itu tidak bertahan. Dua meriam di sini bisa diputar ke arah daratan, dan pada hari-hari terakhir mereka menembak ke arah Johor Bahru dan Causeway serta ikut dalam pertempuran di Bukit Timah dan Pasir Panjang. Masalahnya ada pada amunisi. Peluru yang tersedia dibuat untuk menembus lapis baja kapal perang, dan pengaruhnya jauh lebih kecil terhadap pasukan di darat.
Apa yang ada di lokasi
| Di lokasi | Rincian |
|---|---|
| Replika meriam | Dibuat seukuran meriam lima belas inci yang dulu berdiri di sini |
| Replika peluru | Dibentuk sesuai bobot aslinya, lebih dari delapan ratus kilogram |
| Mulut terowongan | Poros yang dulu menaikkan amunisi ditandai di tanah |
| Papan penjelasan | Tata letak baterai dan arah tembakan pada hari-hari terakhir |
Dua puluh menit sudah cukup. Nyaris tidak ada tempat berteduh, jadi tengah hari terasa berat. Melihat Changi Chapel and Museum lebih dulu lalu ke sini menjelang sore membuatnya jauh lebih nyaman.
5. Former Ford Factory dan ruang tempat penyerahan ditandatangani
Ruang tempat penyerahan pihak Inggris ditandatangani dibangun kembali di dalam gedung ini. Stasiun Hume tiga menit berjalan kaki.
Gedung putih di Upper Bukit Timah Road ini dibuka sebagai pabrik perakitan Ford. Dua bulan kemudian perang mencapai Malaya, dan empat bulan setelah dibuka, pada hari pulau ini jatuh, penyerahan ditandatangani di ruang rapat gedung tersebut. Kini Arsip Nasional Singapura mengelolanya sebagai ruang pameran.
Pamerannya berurutan: bulan-bulan sebelum kejatuhan, masa pendudukan itu sendiri, dan bagaimana ingatan itu mengendap di Singapura pascaperang. Ruang penandatanganan dibangun ulang dari foto yang diambil saat itu. Di belakang gedung ada kebun kecil yang ditanami tanaman pangan yang ditanam dan dimakan orang selama masa pendudukan.
Cara ke sana
| Cara | Rincian |
|---|---|
| MRT | Hume di Downtown Line, Exit 1, lalu tiga menit menanjak |
| Bus | 67, 75, 170, 171, 173, 178, 184 dan 961 di sepanjang Upper Bukit Timah Road |
| Alamat | 351 Upper Bukit Timah RoadPeta |
| Harga | 7,13 dolar Singapura untuk wisatawan, termasuk pajak; enam tahun ke bawah gratis |
| Pembayaran | Kartu atau NETS. American Express dan Diners tidak diterima |
Stasiun Hume baru dibuka belakangan, itu sebabnya tulisan lama masih mengarahkan Anda ke Beauty World atau Hillview untuk naik bus. Sekarang tidak perlu berganti. Jam buka dan biaya masuknya ada di halaman Arsip Nasional.
Di dekatnya
Terus di jalan yang sama Anda akan sampai di Bukit Timah Nature Reserve. Pertempuran tiga hari terakhir berlangsung di punggung bukit ini, meski yang terlihat sekarang berupa jalur hutan tanpa jejak pertempuran.

6. Battlebox: masuk gratis, tetapi harus dipesan
Bunker bawah tanah di bawah Fort Canning HillPeta ini membiarkan Anda masuk tanpa biaya, tetapi hanya dengan pemesanan lebih dulu.
Bunker ini adalah pos komando bawah tanah markas besar Inggris, dan rapat yang memutuskan penyerahan berlangsung di dalamnya. Turun tangga, lorong sempit menghubungkan ruang-ruang kecil, dan ruang operasi menyimpan peta serta perangkat komunikasi.
Bagian harga inilah yang sering membingungkan. Masuk dasar tidak berbiaya, tetapi setiap jam hanya menampung sejumlah pengunjung, sehingga datang tanpa pemesanan bisa membuat Anda tertahan di luar. Slot diambil daring, bukan di pintu. Versi berbayar menambahkan pemandu audio empat puluh menit, dua ruang proyeksi dan sepasang kacamata suvenir, seharga dua puluh dolar Singapura untuk wisatawan dewasa. Sediakan enam puluh sampai tujuh puluh lima menit untuk keduanya.
Dua cara masuk
| Termasuk | Dasar | Dengan audio |
|---|---|---|
| Tiket masuk | Ya | Ya |
| Pemandu audio empat puluh menit | Tidak | Ya |
| Ruang proyeksi | Tidak | Dua |
| Wisatawan dewasa | Gratis | 20 dolar Singapura |
| Anak lima sampai tujuh belas tahun | Gratis | 15 dolar Singapura |
| Pemesanan | Wajib di halaman resmi | Dibeli di halaman resmi |
Bawa ponsel dan earphone kalau mengambil versi audio. Perangkat dipinjamkan di lokasi tetapi jumlahnya sedikit. Anak empat tahun ke bawah masuk gratis tanpa pemandu audio maupun kacamata, dan anak dua belas tahun ke bawah harus bersama orang dewasa yang membayar.
Konsekuensi berada di bawah tanah
Tangga dan lorong sempit membuat tempat ini kurang cocok untuk kereta bayi, dan siapa pun yang tidak nyaman di ruang tertutup sebaiknya mempertimbangkannya lebih dulu. Udara di bawah sana sejuk, yang terasa menyenangkan setelah mendaki bukit. Pemesanan tidak bisa dibatalkan atau diubah, jadi beri ruang di sekitar slot yang Anda pilih.
7. Reflections at Bukit Chandu dan Resimen Melayu
Pusat ini membahas pertempuran di punggung Pasir Panjang dan resimen yang mempertahankannya. Bangunannya bungalo di atas bukit.
Dua hari sebelum pulau ini jatuh, jalur terakhir menuju kota melintasi punggung Pasir Panjang, dan satuan yang menahannya adalah Resimen Melayu. Jumlah mereka jauh lebih sedikit dan mereka tidak mundur, dan perlawanan itulah inti pamerannya.
Lantai dasar tersusun dalam tiga bagian: bagaimana resimen itu dibentuk, bagaimana pertempuran berlangsung, dan apa yang terjadi sesudahnya. Bangunannya sendiri berasal dari masa perang, jadi jendela dan lantainya asli. Tempat ini lama ditutup untuk pembenahan sebelum dibuka kembali.
Jalan naiknya curam
| Hal | Rincian |
|---|---|
| Alamat | 31-K Pepys RoadPeta |
| MRT | Pasir Panjang di Circle Line, Exit A, lalu lima belas sampai dua puluh menit menanjak |
| Bus | 10, 30, 51, 143, 175, 176 dan 188, lalu jarak jalan kaki yang sama |
| Parkir | Tidak ada di lokasi. Kent Ridge ParkPeta Carpark C berjarak sekitar seratus meter dan gratis |
| Wisatawan dewasa | 7 dolar Singapura |
| Lansia atau pelajar | 5 dolar Singapura |
| Tiket keluarga | 21 dolar Singapura untuk maksimal lima orang, paling banyak tiga dewasa |
Tanjakan dari stasiun benar-benar curam dan tetap panas meski ada naungan. Mobil bisa mengantar sampai pintu. Jam buka dan harganya ada di halaman resmi pengunjung.
Tersambung ke Kent Ridge Park
Jalur kanopi dimulai di samping gedung dan membentang dua ratus delapan puluh meter di ketinggian pucuk pohon menuju Kent Ridge Park. Seluruh punggung bukit ini adalah medan pertempurannya. Taman itu punya alat olahraga dan kolam, dan ramai oleh pejalan pagi. Melihat pamerannya lalu menyusuri punggung bukit menyatukan keterangan dengan bentuk tanahnya.
8. Fort Siloso dan ruang penyerahan, gratis di Sentosa
Inilah satu-satunya benteng pantai terpelihara yang tersisa di Singapura dan tidak berbayar. Ruang penyerahan, terowongan dan meriam pantainya semua termasuk.
Pihak Inggris membangunnya pada tahun 1880-an untuk menutup jalur masuk pelabuhan. Sentosa waktu itu bernama Blakang Mati, dan beberapa titik di pulau ini punya baterai meriam; Siloso yang bertahan utuh. Statusnya monumen nasional sejak beberapa tahun lalu.
Meriam di sini juga bisa diputar ke laut maupun ke darat, dan pada hari-hari sebelum penyerahan mereka menembak ke arah West Coast Road, Sungai Jurong dan Lapangan Terbang Tengah. Anggapan bahwa meriamnya menghadap arah yang keliru tidak sesuai dengan catatan. Yang keliru adalah amunisinya, yang dirancang menembus lapis baja, ditambah waktu yang lama sebelum meriam diarahkan ke sasaran darat.
Ruang penyerahan
Di dalam benteng ada ruang tersendiri untuk dua peristiwa penyerahan. Patung lilin memperagakan penyerahan pihak Inggris tahun 1942 dan penyerahan pihak Jepang tahun 1945, dengan film dokumenter berjalan di sampingnya. Melihat kedua adegan dalam satu ruangan memberi bentuk pada tiga tahun tujuh bulan di antaranya.
| Hal | Rincian |
|---|---|
| Jam | Setiap hari, 09.00 sampai 18.00 |
| Pameran dibuka | 10.00 |
| Masuk terakhir | 17.30 |
| Harga | Gratis untuk semua |
| Waktu yang dibutuhkan | Satu setengah sampai dua jam |
| Lokasi | Siloso PointPeta, Sentosa |
Di dalam pulau, naik antar-jemput pantai dari Beach Station ke Siloso Point. Cara masuk ke Sentosa dan biayanya dibahas di cara ke Sentosa, dan sisa pulaunya di panduan Sentosa. Jam buka bentengnya ada di halaman resmi Sentosa.

9. Skywalk, tur gratis dan jalan malam hari Jumat
Jalur menuju benteng itu sendiri berupa titian di antara pucuk pohon. Ini pun gratis dan bisa dilalui kursi roda.
Dari Siloso Point benteng berada di atas bukit, dan Skywalk membawa Anda naik. Titian ini membentang seratus delapan puluh satu meter dan mencapai sebelas lantai di atas tanah. Lift menghemat tangga, dan ketika lift berhenti beroperasi malam hari, tangga di sebelahnya tetap terbuka. Dua puluh sampai tiga puluh menit cukup untuk menyusurinya, dan dari atas terlihat area benteng serta laut di baliknya.
Pilihan berpemandu
| Pilihan | Kapan | Harga | Catatan |
|---|---|---|---|
| Tur berpemandu gratis | Sabtu kedua dan ketiga setiap bulan, 11.00 dan 15.00 | Gratis | Berkumpul di lobi Skywalk, siapa cepat dia dapat |
| Pemandu audio | Sepanjang jam buka | Berbayar | Dijalankan di peramban ponsel sendiri |
| Sesi malam | Jumat, 20.00 sampai 21.30 | 90 dolar Singapura per orang | Setengah harga bila empat orang atau lebih memesan bersama |
| Lift Skywalk | Setiap hari, 09.00 sampai 22.00 | Gratis | Tangga tetap terbuka saat lift berhenti |
Sesi malam mengikuti pemandu yang membawa lampu minyak menyusuri terowongan gelap. Lamanya sembilan puluh menit, minimum dua orang dan maksimum sepuluh, dan Anda diminta datang lima belas menit lebih awal. Angka di judulnya terlihat tinggi, tetapi empat orang yang memesan bersama membuatnya jadi separuh, sehingga hitungannya berbeda untuk rombongan.
Apa yang perlu dibawa
Benteng ini memadukan ruang terbuka dan ruang tertutup, dan lantai terowongannya gelap. Sepatu dengan daya cengkeram membantu. Minuman dijual di sekitar pulau tetapi tidak di dalam benteng, jadi siapkan sebelum naik. Datang terlalu sore adalah cara termudah melewatkan pamerannya.
10. Kranji War Cemetery dan dinding berisi nama
Lebih dari empat ribu makam terhampar di lerengnya, dan tugu di belakangnya memuat nama lebih dari dua puluh ribu orang yang tidak punya makam. Masuknya gratis.
Tempat ini berdiri di Woodlands Road, di tepi utara pulau. Awalnya berupa kamp tawanan perang Jepang, dan tawanan yang meninggal dimakamkan di bukit di belakangnya. Setelah perang, bukit itu dipilih sebagai pemakaman tetap bagi korban pihak Sekutu, dan makam-makam dipindahkan ke sini dari berbagai tempat di Singapura maupun dari Saigon.
Saat menaiki lerengnya, Anda melewati barisan nisan putih dan tiba di Singapore Memorial di atasnya. Tugu itu dibangun untuk mereka yang tidak pernah dimakamkan, dan dua belas dinding memuat nama-nama mereka. Dilihat dari atas, bangunannya membentuk siluet pesawat tempur masa perang. Berdiri di depan dindingnya dan membaca beberapa nama adalah yang membuat panjang daftar itu terasa.
Cara ke sana
| Hal | Rincian |
|---|---|
| Alamat | 9 Woodlands RoadPeta |
| MRT | Kranji di North South Line, lalu bus 170 atau 178 |
| Dari pusat kota | Lebih dari empat puluh menit |
| Harga | Gratis |
| Jam | Terbuka sepanjang siang |
| Waktu yang dibutuhkan | Empat puluh menit sampai satu jam |
Kranji State Cemetery di sebelahnya
Tepat di luar pemakaman perang terdapat Kranji State Cemetery, yang dibuat untuk mereka yang memberi sumbangsih besar bagi negara. Dua mantan presiden dimakamkan di sana, Yusof Ishak dan Benjamin Sheares. Kedua area terpisah beberapa langkah kaki.
Bagian pulau ini belum banyak dibangun dan sinar mataharinya keras dengan sedikit naungan. Bawa topi dan air, dan datang pagi atau menjelang sore kalau memungkinkan.
11. Labrador Nature Reserve dan sisa-sisa bateri meriamnya
Sisa bateri meriam pantai terserak di antara jalur sebuah taman tepi laut. Gratis dan terbuka kapan pun Anda datang.
Berjalan masuk dari stasiun Labrador ParkPeta, Anda tiba di taman di tepi air. Tanjung ini juga menyandang salah satu bateri yang dibangun untuk menutup pelabuhan, dan dudukan meriam serta bangunan yang dipugar kini berada di sisi jalur pejalan. Satu-satunya tebing laut berbatu di pulau utama yang bisa didekati umum juga berada di dalam taman ini.
Tamannya terawat, jadi tempat ini lebih pas sebagai jalan santai yang kebetulan melewati sisa-sisa perang daripada kunjungan yang dibangun di sekitarnya. Burung ada di mana-mana dan tutupan pohonnya bertahan bahkan di tengah hari.
Satu jalur sedang ditutup
Titian kayu Berlayar Creek di sisi barat ditutup untuk pekerjaan perbaikan. Jalur itu melintasi bakau dan menjadi alasan banyak orang datang, jadi ada baiknya diketahui sebelum berangkat. Papan pengumuman taman memuat tanggal pembukaannya kembali. Selebihnya, termasuk sisa bateri, tetap terbuka.
| Hal | Rincian |
|---|---|
| MRT | Labrador Park di Circle Line |
| Harga | Gratis |
| Yang terlihat | Sisa bateri, replika Dragon’s Teeth Gate, tebing laut, jalur pantai |
| Sedang ditutup | Titian kayu Berlayar Creek |
| Waktu yang dibutuhkan | Sekitar satu jam |
Ada dua taman bermain, toilet dan tempat membeli minuman, jadi tempat ini tetap nyaman bersama anak-anak.
12. Tugu-tugu di pusat kota, semuanya dalam jarak berjalan
Civilian War MemorialPeta dan tugu-tugu di Esplanade Park berjarak sekitar sepuluh menit satu sama lain. Semuanya gratis dan terbuka setiap saat.
Di taman di Beach Road, empat pilar putih menjulang berdampingan. Inilah Civilian War Memorial, monumen pertama di Singapura yang didirikan bagi warga sipil yang tewas selama masa pendudukan. Keempat pilarnya mewakili komunitas Tionghoa, Melayu, India dan Eurasia.
Tugu ini ada karena apa yang muncul dari dalam tanah pada awal 1960-an. Pekerjaan fondasi untuk perumahan dan industri menyingkap kuburan massal di beberapa distrik, dengan lebih dari empat puluh titik ditemukan di satu kawasan Siglap saja. Kamar Dagang Tionghoa Singapura mengambil alih pekerjaan memindahkan dan memakamkan ulang jenazah serta membentuk panitia dana untuk membangun tugu. Sampai saat itu, setiap monumen perang di Singapura hanya mengenang anggota militer.
Esplanade Park
Berjalan ke arah sungai dan Anda tiba di Esplanade Park. Lim Bo Seng MemorialPeta berdiri di sini dari marmer, dan di sampingnya Cenotaph mengenang korban kedua perang dunia dan berstatus monumen nasional. Sedikit lebih jauh, sebuah penanda mencatat monumen Indian National Army yang dulu berdiri di tanah ini.
| Tugu | Lokasi | Untuk siapa |
|---|---|---|
| Civilian War Memorial | War Memorial Park, Beach Road | Warga sipil yang tewas selama pendudukan |
| Lim Bo Seng Memorial | Esplanade Park | Tokoh perlawanan yang meninggal dalam tahanan |
| Cenotaph | Esplanade Park | Korban kedua perang dunia |
| Penanda Indian National Army | Esplanade Park | Monumen yang dulu berdiri di sini pada masa pendudukan |
Setengah jam cukup untuk keempatnya. Stasiun City Hall dan Esplanade sama-sama dekat. Sore hari terasa nyaman, dan jalannya berlanjut wajar ke distrik-distrik kota.

13. Lokasi penyaringan Sook Ching dan papan-papan di kota
Hanya satu papan yang menandainya, di tengah Chinatown. Lokasinya kini kompleks pertokoan dan pusat jajanan.
Penandanya berdiri di Upper Cross Street di depan Hong Lim Complex. Tidak lama setelah pendudukan dimulai, seluruh kawasan ini menjadi zona penyaringan. Kawat berduri terbentang dari South Bridge Road ke New Bridge Road, dan batasnya mencakup Elgin Bridge, North Bridge Road serta tepi Kreta Ayer. Para lelaki dipanggil keluar dan diminta mengantre. Yang lolos dilepaskan; yang tidak dinaikkan ke truk dan dibawa ke daerah pinggiran.
Berdiri di sana sekarang, Anda berada di antara orang-orang yang berbelanja dan makan siang. Kebanyakan berjalan melewati papan itu tanpa melihatnya. Kalau Chinatown sudah ada di rute Anda, berhenti sejenak tidak memakan biaya apa pun.
Penanda lain di kawasan sipil
| Lokasi | Yang ada sekarang |
|---|---|
| Pusat penyaringan Sook Ching | Papan di depan kompleks di Upper Cross Street |
| Former Cathay Building | Gedung bioskop di Handy Road, dipakai untuk siaran dan propaganda pada masa pendudukan |
| Kempeitai East District Branch | Gedung YMCA di ujung atas Orchard Road |
| Former St Joseph’s Institution | Gedung museum seni lama di Bras Basah Road, saat ini tertutup bagi pengunjung |
Gedung Bras Basah itu bertahun-tahun menjadi rumah Singapore Art Museum. Museumnya telah pindah ke Tanjong Pagar Distripark dan gedung aslinya belum dibuka, jadi yang ini cukup dilihat dari trotoar.
14. National Museum, tempat semuanya tersambung
Galeri tetap di lantai dua membahas tahun-tahun pendudukan. Buka setiap hari, termasuk Senin.
Mengunjungi beberapa lokasi berturut-turut bisa membuat peristiwanya terasa terpisah satu sama lain. Di mana pendaratan dimulai, mengapa pertahanan runtuh dalam sepuluh hari, apa yang dimakan orang dan bagaimana mereka bertahan selama tiga tahun tujuh bulan: National MuseumPeta menyusun semuanya berurutan. Gedungnya yang putih berkubah ada di Stamford Road.
Galeri pendudukan dibangun dari benda dan kesaksian, termasuk kartu ransum, uang masa pendudukan dan foto-foto yang disembunyikan orang. Ruangnya sengaja dibuat lebih gelap daripada galeri di kedua sisinya.
Harga dan jam
| Hal | Rincian |
|---|---|
| Alamat | 93 Stamford Road |
| MRT | Bras Basah, Bencoolen atau Dhoby Ghaut |
| Jam | Setiap hari, 10.00 sampai 19.00 |
| Penjualan tiket terakhir | 18.00 |
| Masuk terakhir | 18.30 |
| Wisatawan dewasa | 20 dolar Singapura |
| Lansia atau pelajar | 15 dolar Singapura |
| Anak | Enam tahun ke bawah gratis |
Pada Sabtu pertama serta Kamis pertama dan ketiga setiap bulan museum buka satu jam lebih awal, dan itulah waktu paling sepi untuk menyusuri galerinya. Gedungnya sedang menjalani pemugaran dan peningkatan, jadi sebagian ruang bisa saja tertutup pada hari Anda datang.
15. Padang dan tangga City Hall lama
Tempat pihak Inggris menyerah dan tempat pihak Jepang menyerah berjarak beberapa langkah di kawasan sipil.
Padang adalah lapangan terbuka di tengah kota. Setelah kejatuhan, warga sipil Eropa dikumpulkan di sini sebelum berjalan menuju kamp interniran di Changi. Tiga setengah tahun kemudian arahnya berbalik di tanah yang sama. Penyerahan pihak Jepang ditandatangani di tangga City Hall, menghadap lapangan itu.
City Hall dan gedung Mahkamah Agung lama kini menjadi National Gallery Singapore. Masuk ke dalam dan Anda bisa melihat tangganya serta ruang di atasnya. Galerinya berbayar. Padang dan tangga di luarnya bebas didatangi.
Yang lain di sekitar lapangan ini
| Tempat | Harga | Catatan |
|---|---|---|
| Padang | Gratis | Lapangan terbuka. Tertutup bagi umum saat ada pertandingan |
| Tangga City Hall | Gratis | Anda bisa berjalan sampai depan gedung |
| Bagian dalam National Gallery | Berbayar | Perlu tiket galeri |
| St Andrew’s Cathedral | Gratis | Dipakai sebagai rumah sakit darurat selama pertempuran |
St Andrew’s Cathedral adalah gereja putih di samping Padang. Pada hari-hari terakhir sebelum penyerahan, gereja ini menampung korban luka. Anda bisa masuk di luar jam kebaktian.
Lima belas menit cukup untuk keempatnya. Civilian War Memorial dan Esplanade Park berada dalam jalan kaki yang sama, jadi setengah hari di kawasan sipil mencakup hampir semua yang dimiliki pusat kota untuk tema ini.
16. Japanese Cemetery Park di Serangoon
Inilah pemakaman Jepang tertua dan terbesar di Asia Tenggara. Buka dari pukul tujuh pagi sampai tujuh malam dan tidak berbayar.
Letaknya di dalam permukiman di Serangoon Gardens. Tempat ini dimulai pada akhir abad kesembilan belas sebagai pemakaman bagi penduduk Jepang yang meninggal di Singapura. Selama masa pendudukan, sebuah perkumpulan yang dibentuk pemerintahan militer mengelolanya, dan kini Japanese Association of Singapore yang merawatnya.
Di dalam suasananya tenang dengan banyak tanaman. Menyusuri jalan setapak di antara batu nisan, Anda melewati nama orang-orang yang tinggal di sini pada abad kesembilan belas berdampingan dengan penanda yang berkaitan dengan tahun-tahun perang. Sifatnya berbeda dari tempat lain dalam daftar ini, jadi memutuskan apa yang ingin dilihat sebelum tiba akan membantu.
Sebelum berangkat
| Hal | Rincian |
|---|---|
| Alamat | 43 Chuan Hoe AvenuePeta |
| Jam | Setiap hari, 07.00 sampai 19.00 |
| Harga | Gratis |
| Cara ke sana | Bus ke arah Serangoon Gardens lalu berjalan kaki. Tidak ada stasiun di dekatnya |
| Waktu yang dibutuhkan | Sekitar setengah jam |
Angkutan umum ke permukiman ini agak merepotkan dan mobil lebih cepat. Tempat ini masih pemakaman aktif, jadi sesuaikan pakaian dan cara Anda berada di sana.
17. Bukit Batok, Pasir Panjang dan Alexandra Hospital
Ketiganya gratis, di luar ruang, dan hanya ditandai papan atau fasad bangunan. Lebih cocok sebagai singgahan daripada perjalanan khusus.
Di bukit Bukit Batok dulu berdiri sebuah tugu peringatan yang didirikan tentara Jepang. Sebuah papan menandai titiknya sekarang dan jalan naiknya lewat Lorong Sesuai. Jalur di Bukit Batok Nature Park sedang ditutup untuk pemeliharaan, yang bisa membatasi seberapa dekat Anda bisa sampai, jadi baca dulu pengumuman di pintu masuk taman.
Di sudut Pasir Panjang Road dan Science Park Road masih berdiri sebuah kotak senapan mesin. Ini salah satu dari deretan yang dibangun pada 1930-an dengan jarak yang membuat jangkauan tembak mereka saling bertumpang. Letaknya di dalam sektor yang dipegang Resimen Melayu dan melindungi gudang amunisi serta rumah sakit militer. Anda bisa melihatnya dari trotoar.
Alexandra Hospital
Rumah sakit di Alexandra Road ini masih merawat pasien. Ia dibuka sebagai rumah sakit militer Inggris, dan sehari sebelum pulau ini jatuh tentara Jepang memasuki kompleksnya; hampir tiga ratus pasien dan tenaga medis tewas dalam dua hari. Pihak Inggris menempatinya kembali setelah perang dan pengelolaannya beralih ke pemerintah Singapura pada awal 1970-an.
Karena ini rumah sakit, tidak ada fasilitas kunjungan. Ada papan keterangan di dekat pintu masuk dan Anda bisa melihat bangunan serta halamannya dari luar. Pasien dan keluarga hilir mudik, jadi jaga ketenangan.
| Lokasi | Harga | Keadaan sekarang |
|---|---|---|
| Papan tugu Bukit Batok | Gratis | Jalur taman dalam pemeliharaan, akses bisa terbatas |
| Kotak senapan mesin Pasir Panjang | Gratis | Berdiri di tepi jalan |
| Alexandra Hospital | Gratis | Rumah sakit aktif. Hanya dilihat dari luar |
18. Changi Beach dan Punggol Beach, keduanya kini taman
Kedua pantai adalah lokasi pembantaian dan keduanya kini taman umum. Masing-masing ditandai sebuah papan.
Di Changi Beach ParkPeta penandanya berdiri dekat tanjung. Para lelaki yang tidak lolos penyaringan dibawa ke pantai ini. Hari ini ada perapian barbeku di sepanjang pasir, taman bermain untuk anak, dan pemandangan ke arah Pulau Ubin. Keduanya berada di hamparan yang sama.
Punggol Beach memiliki papan serupa. Tempat itu lebih sulit dijangkau dan fasilitas di sekitarnya lebih sedikit, jadi kalau sudah melihat penanda di Changi, tidak banyak alasan menempuh perjalanan kedua.
Menyusun hari di timur
Mulai dari Changi Chapel and Museum, lanjut ke Johore Battery, lalu membaca papan di Changi Beach Park dan duduk di tepi air setelahnya membentuk urutan yang wajar. Taman itu punya tempat makan dan penyewaan sepeda sehingga waktunya mudah disesuaikan. Bandara Changi berada dekat, yang membuat rangkaian ini pas untuk hari terakhir.
19. Lokasi yang tidak bisa dimasuki, dan mengapa itu membantu
Sebagian besar daftar itu lahan militer, penjara atau bandara. Mengeluarkannya sejak awal menghemat perjalanan sia-sia.
Menelusuri tema ini, Anda akan menemukan pantai pendaratan dan lapangan terbang disebut seolah-olah bisa dikunjungi. Banyak yang sama sekali tidak bisa. Pesisir barat laut tempat pasukan mendarat berada di dalam area latihan tembak. Tengah dan Sembawang adalah fasilitas angkatan udara. Seletar menjadi bandara sipil dan tidak ada yang bisa ditelusuri di sana.
Keluarkan yang berikut dari rencana
| Nama | Sekarang menjadi apa |
|---|---|
| Pantai Sarimbun dan pendaratan Lim Chu Kang | Di dalam area latihan tembak |
| Lapangan Terbang Tengah | Pangkalan angkatan udara |
| Lapangan Terbang Sembawang dan pangkalan laut | Instalasi militer dan lahan pelabuhan |
| Lapangan Terbang Seletar | Bandara Seletar |
| Penjara Changi | Masih beroperasi. Hanya gerbang dan tembok lama yang terlihat dari jalan |
| Barak-barak Changi | Kawasan militer |
| Beach Road Camp | Sudah dibangun ulang |
| Lapangan Terbang Kallang | Berada di dalam kawasan pembangunan ulang |
| Kampung Ama Keng dan garis pertahanan Jurong-Kranji | Tidak ada yang tersisa |
Gerbang, tembok dan menara pengawas lama Penjara Changi berstatus monumen nasional dan bisa dilihat sambil melintas di Upper Changi Road North. Berlama-lama di sana atau memotret banyak bukan gagasan yang baik.
20. Berapa yang sebenarnya dibayar wisatawan
Museum dalam ruang gratis bagi warga negara dan penduduk tetap Singapura dan berbayar bagi yang lain. Lokasi luar ruang tidak berbiaya untuk paspor mana pun.
Sebagian besar lembaga nasional di Singapura bekerja seperti ini. Penduduk masuk gratis ke fasilitas yang dibiayai pajak mereka, dan wisatawan membayar di loket. Itulah sebabnya sebuah blog lokal bisa menyebut salah satu tempat ini gratis sementara Anda justru berdiri di meja tiket.
Harga untuk wisatawan
| Lokasi | Dewasa | Lansia atau pelajar | Anak |
|---|---|---|---|
| National Museum of Singapore | 20 dolar Singapura | 15 dolar Singapura | Enam ke bawah gratis |
| Battlebox dengan audio | 20 dolar Singapura | Tidak tersedia | Lima sampai tujuh belas, 15 dolar Singapura |
| Changi Chapel and Museum | 9 dolar Singapura | 7 dolar Singapura | Enam ke bawah gratis |
| Reflections at Bukit Chandu | 7 dolar Singapura | 5 dolar Singapura | Enam ke bawah gratis |
| Former Ford Factory | 7,13 dolar Singapura | Sama | Enam ke bawah gratis |
| Battlebox, masuk dasar | Gratis | Gratis | Gratis |
| Fort Siloso, Kranji, Japanese Cemetery Park | Gratis | Gratis | Gratis |
Kapan tiket keluarga menguntungkan
Changi Chapel and Museum dan Reflections at Bukit Chandu sama-sama menjual tiket keluarga untuk maksimal lima orang dengan paling banyak tiga dewasa. Tiga dewasa yang bepergian bersama diuntungkan; dua dewasa lebih baik membeli terpisah.
Keduanya tidak menerima uang tunai. Former Ford Factory menerima kartu dan NETS tetapi tidak American Express maupun Diners. Cara lain menekan biaya sepanjang perjalanan dikumpulkan di panduan hemat.
21. Mengelompokkan lokasi menjadi paruh-paruh hari
Pilih satu bagian pulau dan Anda akan memuat tiga sampai empat lokasi. Menggabungkan dua ujung membuat Anda seharian di kereta.
Kranji ada di tepi utara dan Changi di tepi timur. Masukkan keduanya ke satu hari dan perjalanannya lebih panjang daripada kunjungannya. Kelompok selatan di sekitar Bukit Chandu dan Labrador, serta kelompok kawasan sipil di sekitar Battlebox dan tugu-tugunya, masing-masing cukup dekat untuk dijalani kaki.
Menurut wilayah
| Wilayah | Urutan | Waktu |
|---|---|---|
| Timur | Changi Chapel and Museum, Johore Battery, Changi Beach Park | Setengah hari |
| Selatan | Reflections at Bukit Chandu, jalur kanopi, Kent Ridge Park, Labrador | Setengah hari |
| Kawasan sipil | National Museum, Battlebox, Padang dan City Hall, Civilian War Memorial, Esplanade Park | Satu hari penuh |
| Sentosa | Skywalk, Fort Siloso, ruang penyerahan | Setengah hari |
| Utara | Kranji War Cemetery, Kranji State Cemetery | Setengah hari, sebagian besar perjalanan |
| Barat | Former Ford Factory, Bukit Timah | Setengah hari |
Sejauh mana dua hari membawa Anda
Dengan dua hari, berikan hari pertama untuk kawasan sipil dan pilih timur atau selatan untuk hari kedua. Kawasan sipil enak dijalani kaki dan cukup banyak ruang dalamnya sehingga tetap jalan saat hujan. Hari ketiga adalah tempat Kranji cocok diselipkan. Anda akan banyak memakai jaringan angkutan, jadi cek kartu dan tarif di panduan transportasi lebih dulu.
Kalau ini kunjungan pertama ke Singapura dan waktunya singkat, setengah hari di kawasan sipil lebih berguna daripada satu hari penuh untuk tema ini. Rencana tiga hari menunjukkan cara menyisipkannya di antara yang lain.
22. Pergi bersama anak, dan apa yang dibawa
Fort Siloso dan lokasi luar ruang cocok bersama anak. Pameran tentang pembunuhan butuh keputusan dari Anda.
Fort Siloso membuat anak terus bergerak karena ada terowongan untuk dilalui dan meriam untuk didekati, dan Skywalk punya lift untuk kereta bayi. Labrador dan Kent Ridge punya taman bermain serta jalur setapak, jadi ada tempat berhenti di antara bagian sejarahnya.
Changi Chapel and Museum, Reflections at Bukit Chandu dan Civilian War Memorial berhadapan langsung dengan penahanan dan kematian warga sipil. Anak yang lebih besar bisa menghadapinya bila ada yang menemani bicara; anak kecil terbantu bila diberi tahu lebih dulu tempat seperti apa yang akan didatangi. Battlebox punya tangga dan lorong sempit dan tidak menerima kereta bayi.
Yang perlu dikemas
| Barang | Alasan |
|---|---|
| Sepatu dengan daya cengkeram | Bukit Chandu menanjak dan terowongan benteng licin |
| Topi dan air | Kranji dan Johore Battery nyaris tanpa naungan |
| Lapisan tipis | Galeri dalam ruang berpendingin kuat |
| Kartu untuk membayar | Museum Badan Warisan Nasional tidak menerima tunai |
| Payung | Bagian luar ruangnya panjang dan hujan datang mendadak |
Di pemakaman dan tugu, jaga suara tetap pelan dan jangan meletakkan apa pun di atas nisan. Memotret umumnya boleh, tetapi lampu kilat dilarang di sebagian besar ruang galeri. Perencanaan keluarga lainnya ada di Singapura bersama anak.
23. Kapan sebaiknya pergi, dan apa yang terjadi pada 15 Februari
Tema ini banyak berjalan kaki, jadi pagi atau menjelang sore lebih ringan. Pada 15 Februari sirene berbunyi di seluruh negeri pada sore hari.
Kranji, Johore Battery dan Changi Beach nyaris tanpa naungan. Merangkai ketiganya di tengah hari terasa berat. Mulai pukul sembilan, selesaikan bagian luar ruang sebelum tengah hari, lalu berpindah ke pameran dalam ruang adalah urutan yang bertahan. Cara membuat pagi yang lebih awal berjalan ada di Singapura di pagi buta.
Total Defence Day
Singapura jatuh pada 15 Februari 1942 dan tanggal itu diperingati tiap tahun sebagai Total Defence Day. Ini bukan hari libur nasional, jadi toko dan kereta berjalan seperti biasa. Pukul enam lewat dua puluh menit sore, sirene peringatan nasional berbunyi selama satu menit. Wisatawan yang belum tahu bisa merasa cemas, padahal itu latihan. Museum lebih ramai di sekitar tanggal ini karena sekolah dan lembaga menjalankan program peringatan.
Menyusuri tanggalnya di lapangan
| Tanggal | Yang terjadi | Di mana bisa dilihat |
|---|---|---|
| 8 Desember 1941 | Perang mencapai Malaya dan Singapura | National Museum, Former Ford Factory |
| Malam 8 Februari 1942 | Pendaratan dimulai di pesisir barat laut | Kranji, dan hanya lewat pameran |
| 13 Februari 1942 | Pertempuran di punggung Pasir Panjang | Reflections at Bukit Chandu, Kent Ridge |
| 15 Februari 1942 | Penyerahan pihak Inggris ditandatangani | Former Ford Factory, Battlebox, Fort Siloso |
| Akhir Februari 1942 | Penyaringan dan pembunuhan | Papan Upper Cross Street, Changi Beach, Civilian War Memorial |
| 12 September 1945 | Penyerahan pihak Jepang ditandatangani | Tangga City Hall, ruang penyerahan di Fort Siloso |
Mengikuti urutan itu melintasi pulau menghabiskan dua hari, bukan satu. Dengan satu hari saja, memulai di Former Ford Factory, lanjut ke Battlebox dan menutup di tangga City Hall menjaga ceritanya tetap berurutan.
🎡Wisata & Aktivitas51
🍜Kuliner4
🏨Penginapan10
🚇Transportasi4
🧭Tips Perjalanan16
Pertanyaan yang sering muncul
Changi Chapel and Museum kalau ingin pameran dalam ruang, Kranji War Cemetery kalau ingin di luar ruang.
Changi Chapel and Museum berdiri di kawasan yang dulu menahan tawanan Sekutu dan warga sipil, dan di halamannya berdiri kembali salah satu kapel yang dibangun para tawanan di dalam kamp. Pamerannya mengikuti apa yang dibuat orang-orang dan bagaimana kabar berpindah, jadi tetap mudah diikuti tanpa bekal sejarah. Kranji War Cemetery menyimpan lebih dari empat ribu makam, dan dinding di belakangnya memuat lebih dari dua puluh ribu nama yang tidak punya makam. Keduanya berada di ujung pulau yang berlawanan, jadi pilih satu per hari.
National Museum, Fort Siloso, Kranji War Cemetery dan Japanese Cemetery Park tetap buka pada hari Senin. Museum dalam ruang lainnya tutup.
Changi Chapel and Museum serta Reflections at Bukit Chandu tutup pada hari Senin, kecuali bila Senin itu jatuh pada hari libur nasional. Former Ford Factory dan Battlebox juga tutup pada hari Senin. Semua lokasi luar ruang tetap bisa didatangi berapa pun harinya: Johore Battery, Civilian War Memorial, deretan tugu di Esplanade Park, Labrador Nature Reserve dan Kent Ridge Park. Hari Senin paling enak diisi dengan Fort Siloso pada pagi hari dan tugu-tugu kota pada sore hari.
Lokasi luar ruang gratis, sedangkan museum dalam ruang menarik biaya dari wisatawan dan membebaskan warga Singapura. National Museum paling mahal.
Changi Chapel and Museum meminta sembilan dolar Singapura untuk wisatawan dewasa dan tujuh untuk lansia atau pelajar. Reflections at Bukit Chandu meminta tujuh dan lima. Former Ford Factory punya satu harga untuk wisatawan, 7,13 dolar Singapura sudah termasuk pajak. National Museum dua puluh dolar Singapura untuk dewasa. Kranji War Cemetery, Fort Siloso, Japanese Cemetery Park dan Johore Battery gratis untuk paspor mana pun. Masuk dasar ke Battlebox juga gratis, tetapi harus dipesan.
Ya, bahkan untuk yang gratis. Setiap slot waktu hanya menampung sejumlah orang.
Halaman pemesanan resmi adalah satu-satunya tempat slot gratis itu dilepas. Tidak ada antrean di lokasi; Anda memilih waktunya lebih dulu secara daring. Versi berbayar menambahkan pemandu audio empat puluh menit dan dua ruang proyeksi, harganya dua puluh dolar Singapura untuk wisatawan dewasa. Anak empat tahun ke bawah masuk gratis tanpa perangkat audio, dan anak dua belas tahun ke bawah harus ditemani orang dewasa yang membayar. Pemesanan tidak dapat dibatalkan atau dipindah.
Benteng, terowongan dan Skywalk semuanya gratis. Yang berbiaya hanya masuk ke Pulau Sentosa.
Fort Siloso adalah satu-satunya benteng pantai yang terpelihara di Singapura dan tidak menarik biaya di gerbangnya. Ruang penyerahan, gudang amunisi bawah tanah dan meriam pantai semuanya termasuk. Skywalk yang mengantar ke atas membentang seratus delapan puluh satu meter di ketinggian pucuk pohon, naik setara sebelas lantai, juga gratis dan bisa dilalui kursi roda. Cara masuk ke pulau dan biayanya dijelaskan di cara ke Sentosa.
Lokasi luar ruang dan Fort Siloso cocok. Pameran tentang pembantaian perlu dipertimbangkan menurut umur.
Fort Siloso membuat anak betah karena mereka bisa berjalan di terowongan dan berdiri di samping meriam, dan Skywalk punya lift sehingga kereta bayi bisa naik. Labrador dan Kent Ridge punya taman bermain dan jalur teduh untuk beristirahat. Sementara itu Changi Chapel and Museum, Reflections at Bukit Chandu dan Civilian War Memorial menampilkan penahanan dan kematian warga sipil secara langsung. Anak yang lebih besar bisa diajak bicara sambil melihat; anak kecil sebaiknya diberi penjelasan sebelum berangkat. Battlebox punya tangga dan lorong sempit sehingga kereta bayi tidak bisa masuk.
Naik North South Line sampai Kranji, lalu bus dua pemberhentian. Alamatnya 9 Woodlands Road.
Bus 170 atau 178 dari depan stasiun Kranji menurunkan Anda di seberang pintu masuk. Dari pusat kota perjalanannya lebih dari empat puluh menit karena ini ujung utara pulau. Kranji State Cemetery berada tepat di luar pemakaman perang dan menyimpan makam dua mantan presiden. Masuknya gratis dan areanya terbuka sepanjang siang. Nyaris tidak ada tempat berteduh, jadi bawa topi dan air.
Pilih satu wilayah pulau dan Anda akan mendapat tiga sampai empat lokasi. Menyeberang dari ujung ke ujung menghabiskan hari itu.
Di timur, Changi Chapel and Museum, Johore Battery dan papan penanda Changi Beach cukup untuk setengah hari. Di selatan, Reflections at Bukit Chandu, Kent Ridge Park dan Labrador tersambung dengan berjalan kaki. Di pusat kota, Battlebox, Civilian War Memorial, Esplanade Park dan National Museum semuanya terjangkau kaki. Kranji di utara dan Former Ford Factory di barat masing-masing butuh perjalanan tersendiri.
Hume di Downtown Line, sekitar tiga menit berjalan dari Exit 1.
Panduan lama masih menyuruh Anda berganti bus di Beauty World atau Hillview karena stasiun Hume baru dibuka belakangan. Pergantian itu sudah tidak diperlukan. Kalau naik bus, layanan 67, 75, 170, 171, 173, 178, 184 dan 961 melewati Upper Bukit Timah Road. Di gedung inilah penyerahan pihak Inggris ditandatangani, dan ruangannya dibangun ulang dari foto-foto hari itu.
15 Februari, diperingati sebagai Total Defence Day. Sirene berbunyi di seluruh negeri pada sore hari itu.
Singapura jatuh pada 15 Februari 1942 dan tanggal itu diperingati setiap tahun. Ini bukan hari libur nasional, jadi toko dan kereta beroperasi seperti biasa. Pukul enam lewat dua puluh menit sore, sirene peringatan nasional berbunyi selama satu menit. Wisatawan yang belum tahu bisa terkejut, padahal itu latihan. Museum lebih ramai di sekitar tanggal ini karena sekolah dan lembaga menjalankan program peringatan.
Tidak bisa. Penjara itu masih beroperasi.
Penjara Changi menahan warga sipil selama masa pendudukan dan sampai sekarang masih dipakai, jadi tidak ada akses untuk umum. Gerbang, tembok dan menara pengawas aslinya masih berdiri dan berstatus monumen nasional, terlihat dari Upper Changi Road North. Kisah para tawanan dan tahanan sipil justru dipaparkan di Changi Chapel and Museum yang berada tidak jauh dari sana. Keduanya terpisah beberapa pemberhentian bus, bukan jarak jalan kaki.