Ruang pameran terbesar National Gallery Singapore tutup sampai 2027
Harga tiket permanennya tetap S$20. Tiket murah yang dijual online juga tiket permanen itu, jadi kalau pameran khusus masuk rencana, pilihan tiketnya berubah.
| Tiket permanen | S$20 untuk pengunjung asing. Gratis untuk warga dan penduduk tetap Singapura |
|---|---|
| Tiket pameran khusus | S$25, dan tidak mencakup galeri permanen |
| All Access | S$30. Dibeli terpisah jadi S$45, jadi hemat S$15 |
| Yang sedang tutup | Seluruh Southeast Asia Gallery, lantai 3, 4 dan 5 sayap bekas Mahkamah Agung, sampai akhir 2027 |
| Jam buka | Tiap hari 10:00 sampai 19:00, masuk terakhir 18:30. Rata rata kunjungan menurut galeri 3 jam |
| Cara ke sana | Stasiun City Hall (NS25 dan EW13) tersambung lewat bawah tanah |
1. Yang buka dan yang tutup sekarang
2. Isi masing masing dari tiga tiket
3. Titik di mana membeli dua tiket justru merugikan
4. Sebesar apa yang tutup pada 2026
5. Yang menggantikannya sampai 2027
6. Pameran tetap yang masih terbuka
7. Pameran khusus yang sedang berjalan
8. Pameran dewasa yang hanya dijual di loket
9. Bagian yang bisa dimasuki tanpa membayar
10. Di mana para penjual saling bertentangan
11. Datang bersama anak
12. Cara melihat gedungnya
13. Tiga pintu masuk, tiga jam tutup
14. Makan, minum, dan atap yang berganti pada 2026
15. Berapa lama menyediakan waktu dan kapan datang
16. Datang sekarang, atau menunggu 2027

1. Yang buka dan yang tutup sekarang
Semua galeri di lantai 3, 4 dan 5 sayap bekas Mahkamah Agung tutup. Sayap City Hall berjalan normal. Satu kalimat itu cukup sebelum Anda memilih tiket.
Sisi yang tutup menampung Southeast Asia Gallery, 15 ruang jumlahnya, dan itulah alasan museum ini bisa menyebut dirinya display publik seni modern Asia Tenggara terbesar di dunia. Ditutup pada 1 April 2026 untuk pembenahan, dengan pengumuman resmi menyebut akhir 2027 sebagai waktu kembalinya. Rotunda Library dan arsip di sayap yang sama tutup sedikit lebih awal.
| Ruang | Status |
|---|---|
| Sayap bekas Mahkamah Agung, lantai 3, 4 dan 5 | Tutup, kembali akhir 2027 |
| Sayap bekas Mahkamah Agung, foyer lantai 1 | Buka |
| Sayap bekas Mahkamah Agung, lobi historis lantai 3 | Buka |
| Sayap City Hall lantai 2, DBS Singapore Gallery | Buka, tiket permanen |
| Sayap City Hall lantai 3, galeri pameran khusus | Buka, tiket pameran khusus |
| Lima ruang gratis dan atap | Buka, tanpa tiket |
Galeri menyatakan bahwa karya karya dari National Collection tetap dipajang di berbagai sudut gedung selama penutupan. Jadi alih alih satu ruang memegang seluruh ceritanya, potongan potongannya muncul di lantai lain.
Perlu tahu juga bagaimana situasi ini terlihat di tempat, karena tidak seperti yang dibayangkan orang. Tidak ada pintu masuk yang dipagari. Kedua gedung tetap tersambung, dan Anda masih bisa masuk ke sayap bekas Mahkamah Agung lalu mencapai foyer dan lobi historisnya persis seperti dulu. Yang terkunci adalah pintu galeri di lantai atas. Bayangkan lantai yang ditutup, bukan lokasi proyek.
2. Isi masing masing dari tiga tiket
S$20 untuk galeri permanen, S$25 untuk pameran khusus, S$30 untuk All Access yang membuka keduanya. Namanya terdengar mirip padahal dua yang pertama tidak saling mencakup.
| Tiket | Warga dan PR | Kewarganegaraan lain | Membuka |
|---|---|---|---|
| Masuk umum | Gratis | S$20 | Galeri permanen |
| Pameran khusus | Naik jadi All Access | S$25 | Pameran temporer |
| All Access | S$15 | S$30 | Seluruh galeri |
| Pameran khusus dewasa | S$5 | S$8 | Ruang itu saja, dijual di tempat |
Konsesi berlaku untuk ketiganya: potongan S$5 untuk anak 7 sampai 12 tahun, pengunjung 60 tahun ke atas, orang yang sedang menjalani wajib militer di Singapura, serta pelajar dan pengajar dari institusi yang memenuhi syarat. Yang gratis cakupannya lebih luas, meliputi anak 6 tahun ke bawah, anggota galeri, pelajar dan pengajar yang berbasis di Singapura, serta penyandang disabilitas dengan satu pendamping. Keduanya perlu bukti.
Satu baris di tabel resmi membocorkan logikanya. Warga Singapura yang membeli tiket pameran khusus otomatis dinaikkan ke All Access. Bahkan pihak yang menjual tiket ini tidak menganggap membeli dua tiket sebagai hasil yang masuk akal, dan itu persis yang ditunjukkan hitungan di bagian berikutnya.
3. Titik di mana membeli dua tiket justru merugikan
S$20 ditambah S$25 sama dengan S$45. All Access S$30. Kalau kedua sisi museum ada di daftar Anda, itu S$15 yang tertahan hanya karena memilih tiket yang benar.
Jaraknya melebar cepat karena harga tiketnya memang berdekatan. Permanen ke pameran khusus hanya beda S$5. Pameran khusus ke All Access juga beda S$5. Siapa pun yang ragu di depan pilihan S$25 sebenarnya hanya berjarak S$5 dari tiket yang membuka semuanya.
| Yang ingin dilihat | Cara paling hemat | Biaya |
|---|---|---|
| Galeri permanen saja | Masuk umum | S$20 |
| Satu pameran khusus saja | Pameran khusus | S$25 |
| Keduanya | All Access | S$30 |
| Keduanya, dibeli sebagai dua tiket | Tidak disarankan | S$45 |
Dengan satu ruang permanen tutup, argumennya juga berjalan ke arah sebaliknya. Kalau Anda datang untuk arsitekturnya dan bukan untuk kunjungan museum yang panjang, tiket S$20 pun mungkin tidak perlu, karena ruang ruang gratisnya saja sudah mengisi satu jam.
Kalau rencananya menyisir beberapa pameran khusus, All Access menutup semuanya dan hitungannya berhenti jadi soal. Museum ini juga masuk dalam pass atraksi kota, jadi kalau Anda menyusun rangkaian tempat berbayar, cek dulu sisi pass di panduan kegiatan.
4. Sebesar apa yang tutup pada 2026
Pameran tetap yang menempati 15 galeri diturunkan sekaligus. Itu area pamer terluas di gedung ini.
Southeast Asia Gallery membentang di lantai 3, 4 dan 5 sayap bekas Mahkamah Agung. Isinya menelusuri pergerakan seni modern di kawasan ini dari abad ke-19 sampai sekarang, dan jadi dasar Singapura memposisikan diri sebagai tempat cerita itu diceritakan. Kebanyakan museum nasional memajang negaranya sendiri. Yang ini memajang satu kawasan, dalam satu gedung, secara berurutan.
Rotunda Library dan arsip di sayap yang sama tutup mendahului galerinya. Akses ke materinya tetap berjalan lewat janji temu selama penutupan, yang penting kalau Anda meneliti dan bukan sekadar melihat lihat. Ruang ceramah kecil di sana juga berhenti pada waktu yang sama.
Sayap itu tidak disegel sepenuhnya. Foyer lantai 1 dan lobi historis lantai 3 tetap buka, jadi siapa pun yang datang untuk gedung pengadilan tuanya tidak diputar balik di jembatan penghubung.

5. Yang menggantikannya sampai 2027
Ruang sementara yang lebih kecil buka Oktober 2026 berisi karya pilihan dari pameran yang tutup.
Galeri menyebut dua hal. Karya dari National Collection tetap dipajang di sekitar gedung selama penutupan, dan ruang sementara itu menghadirkan kembali sebagian karya paling dikenal. Yang tidak kembali sampai pembenahan selesai adalah urutannya, perjalanan panjang menyusuri kawasan yang dulu mengisi 15 ruang.
Tanggal pembukaan kembali sedikit berbeda tergantung sumbernya. Pengumuman resmi menyebut akhir 2027, sementara pemberitaan saat itu menunjuk November tahun tersebut. Bagi yang merencanakan perjalanan sekarang, keduanya berarti sama: masih dua pergantian tahun lagi.
Ada baiknya melihat itu sebagai alasan untuk kembali, bukan alasan menjauh. Singapura jarang memberi ruang untuk lebih dari satu museum dalam itinerari pendek, jadi menyingkat kunjungan ini dan memindahkan sisa jamnya ke ArtScience Museum adalah pembagian yang masuk akal.
6. Pameran tetap yang masih terbuka
DBS Singapore Gallery di lantai 2 sayap City Hall adalah yang dibuka tiket permanen sekarang. Isinya khusus seni Singapura.
Alurnya berjalan dari abad ke-19 sampai masa kini dan mengikuti dari mana seni lukis kota ini datang dan ke mana perginya. Georgette Chen, Liu Kang dan Chen Wen Hsi semuanya tergantung di sini, tiga nama yang tidak pernah dilewati dalam catatan seni Singapura. Kalau Anda pernah mendengar istilah gaya Nanyang, di sinilah artinya terlihat.
Versi singkat istilah itu: para pelukis yang tiba di sini pada pertengahan abad lalu membawa latihan kuas Cina dan latihan cat minyak Eropa, lalu menyusun ulang keduanya mengikuti cahaya tropis dan orang orang di hadapan mereka. Chen melukis potret, Liu Kang melukis apa yang dilihatnya saat menjelajah Bali dan Jawa, Chen Wen Hsi melukis ikan mas dan owa dengan tinta. Tiga titik berangkat yang berbeda, satu ruang, dan benang merahnya jadi kelihatan.
Mengikuti sejarah seni Singapura juga berarti mengikuti apa yang kota ini anggap layak dilukis. Sungai dan pelabuhan, deretan rumah toko dan pasar, orang orang di kedua sisi kemerdekaan, lalu garis langit kota. Kalau Anda sudah menyusuri tepi sungai atau makan di hawker centre, lebih banyak yang akan Anda kenali daripada yang Anda kira.
Dari sisi skala, ini jauh di bawah separuh dari yang tutup. Untuk kunjungan pertama itu bisa jadi keuntungan. Satu negara berarti satu alur cerita, dan jumlah karyanya muat dengan nyaman dalam dua jam.

7. Pameran khusus yang sedang berjalan
Pameran temporer berskala ada di lantai 3 sayap City Hall, dan tiket permanen tidak membukanya. Anda perlu tiket pameran khusus atau All Access.
Programnya berganti tiap beberapa bulan. Ada pameran yang cukup besar sampai memakai beberapa ruang sekaligus, menyatukan seni dan sejarah kawasan. Ada juga yang menelusuri satu seniman secara dekat. Karena sisi permanen kehilangan ruang terbesarnya, pameran pameran ini memikul lebih banyak beban museum daripada biasanya.
Tata ruangnya perlu diketahui. Lantai 3 berisi galeri pameran khusus bernomor, dan pameran besar akan merangkai dua atau tiga di antaranya. Menempel pada itu ada City Hall Chamber, ruang tempat dewan kota dulu bersidang, sekarang dipakai memajang karya. Jadi sebuah pameran bisa berpindah dari dinding putih langsung ke panel kayu dan kursi permanen tanpa aba aba.
Ada satu ruang pameran lagi di lantai 4. Lebih kecil, berganti dengan siklusnya sendiri, dan di situlah pameran dengan batasan usia biasanya ditempatkan, yang mengubah tiket yang Anda butuhkan. Kasus itu dapat bagiannya sendiri di bawah.
Karena daftarnya berubah total antar periode, tidak ada gunanya mengunci pameran tertentu di sini. Cek halaman pemesanan untuk minggu Anda datang, baru tentukan tiketnya.
8. Pameran dewasa yang hanya dijual di loket
Satu pameran dibatasi untuk pengunjung 18 tahun ke atas, harganya S$8, dan tidak dijual online. Warga Singapura membayar S$5.
Bagian pentingnya, tiket ini berada di luar tiga tiket lainnya. Bukan tiket permanen, bukan tiket pameran khusus, dan bahkan bukan All Access, meski All Access disebut sebagai akses ke seluruh galeri. Ia menempati barisnya sendiri di tabel harga dengan syarat usia dan jalur penjualannya sendiri. Beli All Access untuk seharian penuh, di pintu itu Anda tetap membayar lagi.
Alasannya hanya dijual di loket tampaknya verifikasi usia, dan praktiknya dibeli di Visitor Services. Ada satu kerutan: satu dua reseller memaketkan tiket permanen bersama pameran ini. Dengan harga daftar kombinasi itu S$20 ditambah S$8, jadi S$28, dan versi paketnya sedikit di bawah angka tersebut.
Kalau datang bersama anak, yang perlu dilakukan hanya mencatat ruangnya di lantai berapa. Lantainya tidak ditutup. Pemeriksaan usia terjadi di pintu masuk pameran itu.
9. Bagian yang bisa dimasuki tanpa membayar
Lima ruang sama sekali tidak butuh tiket, dan atrium yang menghubungkan kedua gedung serta teras atap ikut bersamanya.
| Lantai | Ruang | Apa isinya |
|---|---|---|
| B1 | Concourse Gallery | Pameran kecil yang berganti ganti |
| 1 | Keppel Centre for Art Education | Ruang praktik yang dibuat untuk anak |
| 4 | ArchiGallery | Tentang gedung ini dan alih fungsinya |
| 5 | Ng Teng Fong Roof Garden Gallery | Galeri yang menempel pada taman atap |
| 6 | Padang Deck dan Coleman Deck | Pemandangan ke Padang dan kota |
Baca lagi daftar itu dan implikasinya jelas. Anda bisa naik sampai ke atap dan memandang Padang ke arah Marina Bay tanpa membeli apa pun. Ketinggian gratis tidak mudah ditemukan di kota ini, yang membuat hal ini lebih berguna daripada kedengarannya. Kalau Anda sedang mengumpulkan pemandangan kota, pasangkan dengan panduan Marina Bay pada malam hari.
Sifat tiap ruangnya berbeda. Concourse Gallery di B1 kecil dan cepat. ArchiGallery di lantai 4 menjelaskan bagaimana sebuah pengadilan dan balai kota menjadi museum, lewat gambar dan materi arsip, yang membuatnya jadi acara utama bagi siapa pun yang datang demi arsitekturnya. Galeri taman atap di lantai 5 membuat Anda berpindah antara dalam dan luar.
Atriumnya juga bisa dilewati begitu saja. Itu rongga setinggi enam lantai di antara kedua gedung, dan menengadah saja sudah cukup untuk paham bagaimana keduanya disambung. Saat hujan turun dan Anda perlu tempat berteduh di kawasan sipil, kombinasi ini salah satu pilihan di panduan hari hujan.
Kunjungan gratis tetap punya batas. Yang Anda dapat adalah gedung, pemandangan dan beberapa pameran kecil. Lukisan yang membesarkan nama museum ini ada di sisi berbayar. Anggap rute gratis sebagai jawaban yang tepat untuk satu jam luang, atau untuk orang yang memang tidak datang demi seninya.

10. Di mana para penjual saling bertentangan
Makin murah penjualnya, makin sedikit yang diceritakan soal situasi sekarang. Harga, pemberitahuan penutupan, bahkan kapan tiket bisa dipakai, semuanya berbeda beda.
| Penjual | Permanen dewasa | Yang terverifikasi |
|---|---|---|
| Resmi | S$20 | Harga acuan. Tiket pameran khusus dan All Access dijual di sini |
| KKday | S$18 | Paket dengan kredit perjalanan jadi S$14, terendah yang terlihat. Tanpa pemberitahuan penutupan, dan masuk terakhir ditulis 18:00 |
| Traveloka | S$18 | Menamai tiketnya sebagai galeri permanen dan menyebutkan periode penutupan. Konsesi S$13 |
| Trip.com | S$18 | Menandai penutupan sebagian. Tiket keluarga S$31, paket dengan pameran dewasa S$26 |
| MyRealTrip | Setara sekitar S$14 | Mengiklankan pemakaian instan hari yang sama |
| Viator | Mulai sekitar US$14 | Juga menjual permainan misteri yang dimainkan di dalam museum |
Tiga hal tidak sejalan. Pertama, masuk terakhir: galeri menyebut 18:30 dan setidaknya satu penjual menulis 18:00. Tiga puluh menit terdengar sepele sampai itu jadi pembeda antara masuk dan tidak. Kedua, sebagian penjual mengungkapkan penutupan galerinya dan sebagian tidak. Ketiga, pemesanan bisa baru dibuka mulai tanggal berikutnya, yang diam diam menutup pemakaian di hari yang sama.
Ringkasannya pendek. Harga terendah hanya ada pada tiket permanen, dan tiket permanen adalah yang saat ini membuka paling sedikit. Kalau hanya permanen, reseller menang telak. Kalau pameran khusus ikut, All Access resmi menang pada totalnya. Cara menimbang selisih semacam ini untuk satu perjalanan penuh ada di panduan biaya Singapura.
11. Datang bersama anak
Keppel Centre for Art Education di lantai 1 dibuat untuk anak dan gratis. Ini fasilitas permanen di dalam museum, bukan sudut berisi krayon.
Aksesnya tanpa undakan di seluruh area aktivitas, jadi stroller dan kursi roda bisa ke mana saja. Dua area sengaja diberi cahaya rendah, satu bertema kebakaran hutan dan satu bertema cahaya, dan itu detail yang perlu diketahui lebih dulu kalau anak Anda tidak suka ruang gelap. Sisanya terang.
Ada sesi berbayar yang berjalan berdampingan. Format orang tua dan anak sekitar S$15 per pasangan, dengan slot terpisah untuk balita dan untuk kegiatan berbasis cerita. Tempatnya cepat penuh, jadi cek jadwal minggu Anda daripada datang berharap.
Gedungnya sendiri ikut membantu. Dek lantai 6 yang memandang Padang dan atap kaca yang dilihat dari atrium biasanya mendapat reaksi lebih baik daripada galerinya. Yang membeli tiket hanya orang dewasa; anak 6 tahun ke bawah gratis tanpa syarat. Perencanaan keluarga selengkapnya ada di panduan Singapura bersama anak.
12. Cara melihat gedungnya
Museum ini adalah gedung pengadilan dan balai kota yang dijahit menjadi satu. Bahkan tanpa tiket pameran, arsitekturnya layak satu jam.
Sayap City Hall lebih dulu berdiri, dirancang Alexander Gordon dan selesai pada 1929, dengan 18 pilar Korintus setinggi tiga lantai menghadap Padang. Bekas Mahkamah Agung menyusul, dirancang Frank Dorrington Ward dan dibuka pada 1939, bangunan neoklasik terakhir yang didirikan di Singapura. Ward sengaja menyamakan tingginya dengan tetangganya, itulah sebabnya dari Padang keduanya terbaca sebagai satu fasad panjang.
| Rincian | Bekas City Hall | Bekas Mahkamah Agung |
|---|---|---|
| Selesai | 1929 | 1939 |
| Arsitek | Alexander Gordon | Frank Dorrington Ward |
| Biaya | Sekitar 1,6 juta dolar Straits | 1,75 juta dolar Straits |
| Ciri | 18 pilar Korintus | Rotunda dan kubah di tengah |
Keduanya jadi monumen nasional pada 1992. Alih fungsinya ditentukan lewat sayembara internasional pada 2005 yang menarik 111 karya dan dimenangkan studioMilou dari Paris, bekerja bersama CPG Consultants. Pendekatannya membiarkan yang ada: mural asli, kayu dan detail fasad bertahan, termasuk patinanya, itulah sebabnya permukaan lamanya masih terbaca tua.
Di atas pintu masuk Mahkamah Agung ada relief lima panel. Penandatanganan perjanjian 1819 di tengah, dengan konstruksi, penyadapan karet, perikanan dan perdagangan di kedua sisinya. Itu pernyataan cukup lugas tentang bagaimana administrasi kolonial ingin pelabuhan ini dijelaskan, dan cukup tiga puluh detik menengadah sebelum masuk.
Di dalam, ruang paling ganjil adalah rotundanya. Ruang melingkar di bawah kubah tembaga yang dulunya perpustakaan hukum, disinari dari bukaan di puncak dengan balkon mengelilinginya. Kubah itu kini terlihat utuh dari dalam ruangan, karena atap baru dipasang menaungi atap lama dan mengubah bagian luar menjadi bagian dalam.
Satu keganjilan struktur menghemat kebingungan: sayap bekas Mahkamah Agung tidak punya lantai 2. Kalau nomor lantainya melompat, Anda membacanya dengan benar. Kalau Anda menyusuri kawasan sipil dengan berjalan kaki, area ini masuk dalam panduan kawasan.


13. Tiga pintu masuk, tiga jam tutup
Galerinya tutup pukul 19:00 tapi gedungnya buka sampai dini hari, karena tiap pintu masuk punya jadwalnya sendiri.
| Pintu masuk | Buka | Apa yang ada di sini |
|---|---|---|
| Coleman Street | Minggu sampai Selasa 10:00 sampai 01:00, Rabu sampai Jumat 10:00 sampai 03:00, Sabtu dan malam sebelum hari libur 10:00 sampai 04:00 | Pintu utama. Antar jemput, terdekat ke MRT, Visitor Services, peminjaman kursi roda |
| Parliament Place | Tiap hari 10:00 sampai tengah malam | Khusus pejalan kaki. Ruang ganti popok, keran air minum |
| Padang Atrium | 10:00 sampai 19:00 | Khusus pejalan kaki. Ruang setinggi enam lantai yang menyatukan kedua gedung |
Coleman Street buka selarut itu karena restoran di atapnya. Pengunjung museum dan orang yang datang minum malam hari memakai pintu yang sama pada jam berbeda. Kalau Anda tiba setelah galerinya tutup, itulah jalan masuk dan naiknya.
Untuk kunjungan siang pertama kali, Coleman Street juga pilihan praktis: paling dekat ke kereta, tempat kios dan konter penukaran tiket berada, dan satu satunya pintu yang menerima mobil.
Di dalam ada keran air minum di sebagian besar lantai dan loker berbayar di B1. Di lantai yang sama ada calm room, disediakan bagi siapa pun yang butuh duduk di tempat tenang saat semuanya terasa berlebihan. Itu bukan perlengkapan museum yang standar dan layak diketahui keberadaannya.
14. Makan, minum, dan atap yang berganti pada 2026
Bar di atapnya berganti pengelola. Yang bertahan sembilan tahun tutup pada Maret 2026, dan restoran serta bar baru buka di tempat yang sama pada Mei.
Perlu dieja karena cukup banyak panduan masih mengarahkan orang ke nama lama. Posisi lantai 6 tidak berubah, begitu juga pemandangan ke Padang dan ke arah Marina Bay, tapi pengelola dan namanya berubah. Tempat baru itu lahir dari pasangan antara koki yang dikenal lewat masakan lokal dan nama besar dari dunia bar kota ini.
Di lantai 1 ada restoran Prancis bertahan tiga bintang Michelin. Menu makan siang mulai sekitar S$368 dan makan malam sampai sekitar S$498, yang menempatkannya di kategori berbeda dari anggaran perjalanan, dan mejanya terkenal sulit didapat. Kalau itu targetnya, pesan sebelum merencanakan apa pun tentang hari itu.
Pilihan yang lebih ringan adalah restoran lokal di lantai 2 sayap City Hall, menyajikan masakan berpengaruh Peranakan di ruang bergaya 1920-an dengan beranda di sampingnya. Cocok kalau Anda ingin makan tanpa keluar gedung. Ingat saja bahwa makanan dan minuman termasuk air tidak boleh masuk galeri, jadi makan berlangsung sebelum atau sesudah kunjungan.
15. Berapa lama menyediakan waktu dan kapan datang
Galeri menaruh rata rata kunjungan di 3 jam. Dengan satu pameran tetap tutup, kebanyakan orang selesai sekitar dua jam.
| Waktu tersedia | Yang muat |
|---|---|
| Satu jam | Ruang gratis dan atap, tanpa tiket |
| Dua jam | Galeri permanen plus ruang gratis |
| Tiga jam | Permanen plus satu pameran khusus, dengan All Access |
| Setengah hari | Semua pameran khusus, gedungnya, dan sekali makan |
Menurut waktu, paling lengang tepat setelah buka pukul 10:00. Sore mengumpulkan rombongan sekolah dan tur, dan akhir pekan menambah pengunjung lokal yang masuk gratis. Malam hari sepi, tapi masuk terakhir 18:30 dan penjualan tiket berhenti saat itu, jadi rencanakan sudah di dalam sebelum 18:00.
Cuaca hampir tidak berpengaruh di sini, yang tidak biasa untuk sebuah tempat di Singapura. Kunjungannya sepenuhnya di dalam ruangan dan kedua sayap tersambung di bawah atap, jadi sore yang basah tidak merugikan Anda. Itu membuat tempat ini layak disimpan untuk jam jam ketika langit terbuka.
Dua bentuk hari berjalan baik. Ambil museumnya pagi hari lalu berjalan keluar melintasi Padang ke arah sungai, atau masuk sore, lihat satu pameran, lalu naik langsung ke atap untuk menutup hari. Yang kedua hanya mungkin karena gedungnya bertahan beberapa jam lebih lama daripada galerinya.
Menuju ke sana sederhana. City Hall adalah stasiun pertemuan jalur utara selatan dan timur barat, jadi di mana pun Anda menginap, jumlah pergantiannya sedikit, dan sambungan bawah tanahnya membuat Anda tiba dalam keadaan kering.
16. Datang sekarang, atau menunggu 2027
Datang sekarang kalau Anda sudah berada di Singapura. Tunggu akhir 2027 hanya kalau koleksi seni modern Asia Tenggara itu alasan khusus perjalanan Anda.
Alasan datang sekarang: yang tersisa masih banyak. Galeri seni Singapura terbuka, program pameran khusus berjalan normal, lima ruang gratis dan atapnya tidak tersentuh, dan gedungnya tidak berubah. Memahami struktur tiketnya bahkan bisa menurunkan pengeluaran Anda, karena satu jam di sini mungkin dilalui tanpa membayar sama sekali.
Alasan menunggu itu sempit tapi nyata. Koleksi yang membuat museum ini unik saat ini tersebar, dan kalau itu inti kedatangan Anda, satu ruang berisi karya pilihan bukan hal yang sama.
Keputusan tiketnya sekali lagi: membeli pameran khusus berarti membeli All Access S$30 dari galeri, dan hanya permanen berarti membeli dari reseller di kisaran S$13 sampai S$18. Tidak membeli sama sekali pun tetap membawa Anda masuk ke dalam gedungnya.
Satu hal terakhir yang perlu dicek sebelum berangkat: apa yang tergantung di galeri pameran khusus selama kunjungan Anda. Itu bagian museum ini yang bergerak paling cepat sekarang, dan itulah yang menentukan tiket mana yang seharusnya Anda pegang.
🎡Wisata & Aktivitas51
🍜Kuliner4
🏨Penginapan10
🚇Transportasi4
🧭Tips Perjalanan16
Pertanyaan yang sering muncul
Untuk pengunjung asing: S$20 untuk galeri permanen, S$25 untuk pameran khusus, dan S$30 untuk All Access yang membuka keduanya. Warga dan penduduk tetap masuk galeri permanen gratis dan membayar S$15 untuk All Access.
Anak usia 7 sampai 12 tahun, pengunjung 60 tahun ke atas, serta pelajar dan pengajar dari institusi yang memenuhi syarat mendapat potongan S$5 untuk tiket mana pun. Bawa kartu atau paspornya karena benar benar diperiksa. Anak 6 tahun ke bawah gratis.
Tidak. Lantai 3, 4 dan 5 sayap bekas Mahkamah Agung ditutup sekaligus. Pembukaan kembali yang diumumkan adalah akhir 2027.
Yang tutup adalah pameran tetap seluas 15 galeri, pameran yang membuat museum ini jadi rujukan seni modern Asia Tenggara. Rotunda Library dan arsipnya tutup lebih dulu, meski materinya masih bisa diakses dengan janji temu. Ruang kecil berisi karya pilihan dijadwalkan buka Oktober 2026.
Tidak. Keduanya tiket yang berbeda. S$20 dan S$25 tidak saling mencakup.
Pembedaan ini justru penting sekarang. Selama ruang permanen terbesar tidak beroperasi, pameran berskala besar berada di lantai 3 sayap City Hall. Datang ke pintu itu hanya dengan tiket permanen berarti balik lagi ke loket.
Kalau pameran khusus masuk rencana, beli All Access S$30. Dibeli terpisah, dua tiket yang sama jadi S$45, jadi Anda menahan S$15.
Kalau baru pertama kali dan berencana keluar dalam dua jam, tiket permanen S$20 sudah cukup. Sebaliknya kalau satu pameran khusus adalah alasan datang, itu S$25, dan All Access hanya S$5 di atasnya, yang membuat banyak orang akhirnya memilih All Access.
Untuk tiket permanen, ya, S$13 sampai S$18. Masalahnya, tiket permanen itulah yang hampir satu satunya mereka jual.
Dari pengecekan langsung, tiket permanen dewasa ada di S$18 pada KKday, Traveloka dan Trip.com, sementara tarif konsesi turun sampai S$13. Satu paket berisi kredit perjalanan tercatat S$14. Tiket pameran khusus dan All Access nyaris tidak ada di platform platform itu, jadi kalau pameran khusus ada di daftar Anda, membeli All Access dari galeri justru lebih rendah totalnya.
Tergantung tempat belinya. Ada penjual yang baru membuka pemesanan untuk tanggal berikutnya.
KKday menampilkan tanggal paling awal yang bisa dipesan sebagai besok, bukan hari ini, sedangkan MyRealTrip menuliskan pemakaian instan hari yang sama di nama produknya. Saat Anda sudah berdiri di depan gedung, hanya perbedaan itu yang berarti. Tiket juga dijual di kios mandiri dan konter Visitor Services di dalam.
Ada, lima ruang gratis. Concourse Gallery di B1, Keppel Centre for Art Education di lantai 1, ArchiGallery di lantai 4, Ng Teng Fong Roof Garden Gallery di lantai 5, serta Padang Deck dan Coleman Deck di lantai 6.
Tambahkan Padang Atrium yang menghubungkan kedua gedung dan Supreme Court Terrace, dan satu kunjungan utuh bisa berjalan tanpa membeli apa pun, termasuk naik ke atap. Bersama anak anak, Keppel Centre saja sudah mengisi satu jam.
Galeri menyebut rata rata 3 jam. Dengan satu ruang permanen tutup, dua jam lebih mendekati kenyataan sekarang.
Galeri permanen habis satu sampai satu setengah jam. Tambah satu pameran khusus, jadi dua setengah. Masukkan ruang gratis dan atap, sampai tiga jam. Masuk terakhir 18:30 dan penjualan tiket juga berhenti saat itu, jadi untuk kunjungan sore usahakan tiba sebelum 18:00.
Cocok, dan ruang yang dibuat untuk mereka, Keppel Centre for Art Education di lantai 1, gratis.
Seluruh area aktivitas tanpa undakan, jadi stroller dan kursi roda bisa masuk ke mana saja. Dua area sengaja dibuat remang, satu bertema kebakaran hutan dan satu bertema cahaya, dan itu perlu diketahui kalau anak Anda tidak nyaman di ruang gelap. Sesi keluarga berbayar berjalan terpisah, sekitar S$15 per pasangan. Satu catatan: ada pameran khusus yang dibatasi untuk dewasa.
Boleh, tapi tanpa lampu kilat, tongkat swafoto dan tripod di dalam galeri.
Makanan dan minuman termasuk air botolan tidak boleh masuk galeri. Ada keran air minum di sebagian besar lantai dan loker berbayar di B1 sayap City Hall, jadi tinggalkan tas di bawah. Sudut terbaik untuk memotret gedungnya justru ada di area gratis.
Stasiun City Hall (NS25 dan EW13) tersambung ke gedung lewat bawah tanah. Alamatnya 1 St Andrew’s Road.
Dari stasiun Clarke Quay (NE5) jalannya sekitar 10 menit. Parkir ada di basement 2 dan 3, dan kalau datang dengan mobil hanya pintu Coleman Street yang menerima kendaraan. Dua pintu lain khusus pejalan kaki. Rute dan tarifnya ada di panduan transportasi Singapura.
Datang sekarang kalau Anda memang sedang di Singapura. Tunggu akhir 2027 hanya kalau koleksi seni modern Asia Tenggara itu alasan Anda datang.
Yang terbuka sekarang: galeri permanen seni Singapura, dua sampai tiga pameran khusus berskala, lima ruang gratis dan atapnya. Gedungnya sama sekali tidak berubah. Yang hilang adalah koleksi yang membuat museum ini unik, dan saat ini koleksi itu bertahan sebagai karya karya lepas yang digantung di berbagai sudut gedung.